1.600 Calon jemaah di Samarinda diduga jadi korban Abu Tours
Merdeka > Peristiwa > MAKASSAR …
Kantor Abu Tours di Samarinda tutup. ©2018 Merdeka.com Merdeka.com - Polisi terus mengusut dugaan penipuan biro umrah Abu Tours terhadap calon jemaah di Samarinda, Kalimantan Timur. Diduga, ada lebih dari 1.000 calon jemaah yang tid ak kunjung berangkat umrah.
BERITA TERKAIT- Terjerat kasus, Abu Tours terancam izinnya dibekukan
- Polda Sumsel ungkap uang setoran jemaah Abu Tours Rp 109 M lenyap tak berbekas
- Meski bermasalah, Abu Tours belum bisa dibekukan
Tim khusus yang dibentuk Polresta Samarinda terus bekerja melakukan penyelidikan. Sejauh ini, ada 3 orang melaporkan Abu Tours. 15 orang calon jemaah lain menjadi saksi sekaligus korban, sudah dimintai keterangan.
"Korban banyak. Data sementara, nasabah di atas 1.000 orang, sekitar 1.600 korban. Itu baru asal Samarinda saja," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono, dalam keterangan resmi dia, di sela giat rilis bulanan Polresta Samarinda, Jumat (2/3).
Sudarsono menerangkan, saat ini tim terus bekerja melakukan pengembangan, penyelidikan sekaligus meminta keterangan saksi-saksi lainnya terkait laporan yang sudah diterima kepolisian. "Kita akan terus tampu ng dan tangani laporan-laporan yang masuk," ujarnya.
Dijelaskan, rata-rata korban yang melapor telah menyetor kepada Abu Tours belasan juta rupiah. "Kita belum hitung total kerugian pelapor. Laporan ke kita, sesuai yang dibayarkan rata-rata Rp 15 juta," sebut Sudarsono.
"Mereka ini kan lapor karena janji dari Abu Tours ini tidak tepat. (Keberangkatan umrah) mundur terus. Kemudian kantor Abu Tours di Samarinda ditutup. Jadi mereka bingung dan lapor ke Polresta," tambah Sudarsono.
Bekerja sama dengan Polda Kalimantan Timur, polisi juga segera memanggil manajemen Abu Tours yang berkantor pusat di Makassar, Sulawesi Selatan. "Tetap pada porsi laporan yang kami terima dan tangani. Kan kantor (pusat) mereka ini ada di Makassar," tuturnya. [eko]
Topik berita Terkait:

- Abu Tours
- Samarinda
Komentar Pembaca
Be Smart, Read More
Indeks Berita Hari Ini
-
Kampanye, Djarot kritisi pasar tradisional, Ijeck bahas ekonomi kreatif di warung
-
Menkominfo minta Bawaslu laporkan akun provokatif untuk di-block
-
Khofifah janjikan buka 'kran' eksport buah paprika ke petani Pasuruan

Tidak ada komentar