Walikota Balikpapan Ajukan Penundaan Pemeriksaan di Atas ... - Warta 24 Kalimantan Timur
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Walikota Balikpapan Ajukan Penundaan Pemeriksaan di Atas ...

Walikota Balikpapan Ajukan Penundaan Pemeriksaan di Atas ...

Walikota Balikpapan Ajukan Penundaan Pemeriksaan di Atas Tanggal 16 Januari Penyidik memanggil Wali Kota Balikpapan untuk dimintai keterangan terkait perkara korupsi R…

Walikota Balikpapan Ajukan Penundaan Pemeriksaan di Atas ...

Walikota Balikpapan Ajukan Penundaan Pemeriksaan di Atas Tanggal 16 Januari

Penyidik memanggil Wali Kota Balikpapan untuk dimintai keterangan terkait perkara korupsi Rumah Potong Unggas (RPU).

Walikota Balikpapan Ajukan Penundaan Pemeriksaan di Atas Tanggal 16 JanuariTRIBUN KALTIM/MUHAMMAD AFRIDHO SEPTIANWalikota Balikpapan Rizal Effendi

BALIKPAPAN, TRIBUN - Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dipastikan tak memenuhi panggilan penyidik Polda Kaltim, Selasa (2/1). Hal itu sesuai dengan surat permohonan penundaan pemeriksaan yang diterima penyidik pada Selasa (2/1) pagi dari pihak terperiksa.

"Sudah masuk surat permohonan penundaan pemeriksaan tadi pagi. Beliau tak lagi di tempat, ada tugas penting tak bisa ditinggal," kata Direktur Kriminal Khusus Kombes Pol Yustan Alpiani, Selasa (2/1).

Penyidik memanggil Wali Kota Balikpapan untuk dimintai keterangan terkait perkara korupsi Rumah Potong Unggas (RPU). Untuk diketahui kasus tersebut mencuat sejak 2015, namun hingga kini belum ada penyelesaian perkara bahkan penetepan tersangka. Kasus ini sebelumnya ditangani Polres Balikpapan, lalu kemudian dilimpahkan ke Polda Kaltim di penghujung 2017.

Baca: Polisi Tunda Pemeriksaan Walikota Samarinda dan Balikpapan

Baca: Dianggap Kriminalisasi Dalam Kasus Walikota Samarinda, Ini Penjelasan Mabes Polri

"Kita ingin konfirmasi keterangan dari Wali Kota, karena harus disinkronkan dengan keterangan yang ada lainnya," bebernya.

"Di atas tanggal 16 Januari baru bisa, itu di dalam surat permohonannya. Saya kira tak ada masalah, itu haknya terperiksa. Kan cuma saksi," sambungnya.< /p>

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana (tribunkaltim.co/muhammad fachri ramadhani)

Terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana mengatakan bila terperiksa berhalangan hadir, tentu harus memberikan informasi sebagai klarifikasi ketidakhadirannya kepada penyidik. "Apa alasan karena sakit atau memang kepentingan lain yang tak bisa ditinggalkan. Nanti, itu jadi catatan penyidik, kapan yang bersangkutan bersedia, nanti diatur ulang," ungkapnya.

Baca: Castro: Tito Karnavian Pakai Pendekatan Equality Before the Law‎ ‎

Baca: ‎Viktor Juan Sebut Jaang Belum Diperiksa, Tapi Sudah Ada Panggilan Polda

Ia pun membenarkan bahwa pihaknya melakukan pemanggilan pemeriksaan kepada Wali Kota Balikpapan pada Selasa (2/1) perihal permasalahan kasus dugaan korupsi RPU Balikpapan. "Kasus ini berjalan cukup lama. Saksi diperiksa banyak sekali. Ini kasus APBD sehingga perlu keterangan Wali Kota," jelasnya.

Pada prinsipnya, penyidik punya hak memanggil siapa saja dalam penanganan kasus korupsi. Setiap orang yang dipanggil menjadi saksi tentu ada urgensinya, demi kelancaran proses penyelidikan. "Mungkin selama ini sudah diperiksa banyak saksi, namun Belum cukup keterangannya. Sehingga diperlukan keterangan Wali Kota itu sendiri," ungkapnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dijadwalkan menghadap penyidik Polda Kaltim, Selasa (2/12) Banyak pihak yang berpandangan bahwa pemanggilan orang nomor 1 Balikpapan, sarat akan tendensi politik. Pasalnya pendaftaran pencalonan Pemilukada Kaltim tinggal menghitung hari pada bula Januari.

Rizal Effendi
Rizal Effendi (Kolase/TribunKaltim.co)

Namun dalam kesempatan berbincang bersama Tribunkalim.co, Rizal Effendi menolak bila pemanggilannya tersebut dikaitkan dengan perkara politik. "Ini kan sudah lama kasusnya. Ini hanya lanjutan. Mulai di Polres dulu. Jadi kita jalani saja. Kita tidak berpretensi seperti itu (punya tendensi politik), kita jalani saja," ujarnya.

Sekadar diketahui, penyidik Direktorat Kriminal Khusus baru kali pertama memanggil Wali Kota Balikpapan tersebut ke Mapolda Kaltim. Sebelum Rizal, puluhan anggota legislatif Balikpapan sudah dilakukan pemanggilan. "Kalau prosesnya (RPU) selama ini betul saja, bahwa di lapangan terjadi ada hal lain, itu bisa jadi. Nantikan ada BPK dan aparat penegak hukum. Kita lihat saja prosesnya," ungkapnya. (bie)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani Editor: Adhinata Kusuma Ikuti kami di Iseng Ambil Foto Mobil Mewah,Gadis Ini Menangis Saat Melihat Pemiliknya,Tak Disangka Ternyata Sumber: Google News | Warta 24 Balikpapan

Tidak ada komentar