Terjangkit dari Kontak Fisik di Balikpapan - Warta 24 Kalimantan Timur
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Terjangkit dari Kontak Fisik di Balikpapan

Terjangkit dari Kontak Fisik di Balikpapan

PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POSTKALTARA POS …

Terjangkit dari Kontak Fisik di Balikpapan

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: MINGGU
07 JANUARI UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJ UR

UTAMA

Sabtu, 06 Januari 2018 12:55 Terjangkit dari Kontak Fisik di Balikpapan

Sudah 4 Pasien Difteri, Samarinda Belum KLB

KARANTINA. Petugas medis berkumpul didepan ruang isolasRSUD AW Sjahranie, kemarin (5/1).

PROKAL.CO, SAMARINDA. Meski sudah empat warga Kota Tepian dirawat karena diduga difteri, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda tidak bisa mengeluarkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Penetapan status tersebut disebutkan merupakan kewenangan pemkot Samarinda.

“Kalau KLB tidak, Insya Allah,” kata Plt Kepala Dinkes Samarinda, Rustam saat konferensi pers di ruang kerjanya kemarin. Dia menegaskan setiap perkembangan akan disampaikan kepada Wali Kota Sjaharie Jaang. Setelah itu hasil tersebut akan dirapatkan untuk diambil langkah selanjutnya. Termasuk menetapkan apakah kota tepian kini berstatus KLB. “Bukan di dinkes tapi dari pemkot,” ucapnya.
Hingga kini sudah dua pasien inisial S (18) dan N (2) positif mengidap difteri. Rustam membantah ada empat pasien dari kota tepian. Dijelaskannya, dua pasien yang dirawat di RSUD AWS tersebut berasal dari Kukar dan Kutim. Terkait N, pihaknya menjelaskan bocah mungil tersebut terinfeksi setelah pernah mengalami kontak fisik di Balikpapan. Saat kembali ke Samarinda gejala penyakit tersebut mulai terlihat. Baik dinkes maupun pihak rumah sakit tidak tahu sumber penyakit itu. Paska itu, dinkes berupaya menutup penyebaran dengan memberi antibiotik kepada warga sekitar tempat tinggal N.
Usai itu Dinkes juga bereaksi cepat membuat surat edaran dengan nomor 800/855/100.02/2018 pada Kamis lalu. Surat itu berisi pernyataan dan imbauan Dinkes terkait penemuan difteri. Pihaknya pun meminta agar masyarakat jangan panik dengan temuan kasus ini. “Jangan terlalu panik, kami juga meminta puskesmas untuk siap siaga. Kemudian apapun hasil kultur akan disampaikan ke pemkot untuk mengeluarkan kebijakan,” pungkasnya.
Terpisah, Kasi Surveillance dan Imunisasi DKK Samarinda, drg Osa Rafsodiani mengatakan sudah melakukan tindakan preventif di 40 rumah sekitar kediaman N. Caranya adalah dengan memberikan antibiotik profilak sis. Dia menjelaskan pemberian ini berlaku tujuh hari paska satu hari perawatan penderita. “Pasien dirawat 31 Desember. Kalau dihitung seminggu berarti tanggal 6 Januari atau hari ini (kemarin,red) sudah terakhir pemberian antibiotik,” jelasnya. Pemberiannya pun sesuai dosis umur. “Dan satu orang dikasih satu,” sambungnya. Lalu bagaimana dengan S (18) yang juga baru ketahuan positif kemarin? Prosedur serupa akan diterapkan seperti halnya pada N. Adapun kondisi janin S dipastikan tidak akan terindikasi penyakit serupa.
Yang terpenting katanya masyarakat jangan ragu mengkonsultasikan kesehatan ke puskesmas. Meski pun masih dalam keadaan sehat.
Sementara itu, Kabid P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinkes Kaltim Soeharsono menyebut, penderita difteri yang ditemukan di Kaltim berjumlah 25 sepanjang 2017 yang tersebar di beberapa kabupaten. “Tertinggi di Balikpapan, lalu di 2018 ada 1 yang positif. Balikpapan ada 13 kasus, PPU ada 3 kasus, Kutim 3 kasus, Kuba r 1 kasus, Kukar 3 kasus, Samarinda 1 kasus dan 1 Bontang. Semua itu kabupaten yang melaporkan adanya suspent difteri,” ungkapnya.
Dari kasus itu, memang semuanya awalnya suspent tapi baru ada 1 yang positif terkonfirmasi hasil lab di Balikpapan. Yang lainnnya baru dicurigai dengan tanda-tanda menyerupai gejala difteri.
“Penangannya di Kaltim, kalau terhadap pemkab/pemkotnya dilakukan pengobatan sesuai pedoman. Selain itu juga perlu dikonfirmasi apakah positif atau tidak. Nah kalau ada masyarakat yang suspect maka harus segera diselidiki epidemologi, hasilnya akan muncul apakah ada penderita lain di sekelilingnya yang jadi korban,” jelasnya.
Sesuai dengan edaran dari kemenkes apabila ditemukan suspect minimal 1 pasien, maka akan dilakukan imunisasi untuk merespons kejadian luar biasa itu. “Karena 1 ditemukan suspect difteri maka langsung naik status kejadian luar biasa. Imunisasi bisa secara massal. Seperti di Balikapapn, tapi bisa juga sekacamatan saja atau s ekelurahan saja,” pungkasnya. (cyn/sal/beb)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 05 Januari 2018 16:54

Honorer Dishub Dirampok Geng Pemabuk

SAMARINDA. Cerita kusam di balik kemeriahan perayaan tahun baru 2018, belum habis. Seperti yang… Jumat, 05 Januari 2018 16:38

Dikubur Satu Liang, Keluarga Besar Siapkan Pengacara

Tidak ada kepedihan yang melebihi perasaan orangtua saat kehilangan buah hatinya. Yohanes Kurniawan… Kamis, 04 Januari 2018 14:09

Datangi Api, Tewas Terpanggang

SAMARINDA. Kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman padat di Jalan Merdeka Barat RT 8, Kelurahan Sungai… Kamis, 04 Januari 2018 14:04

Cleaning Service hingga Pejabat Pernah “Diganggu”

Balai Kota Samarinda tak pernah lepas dari nuansa mistis. Konon sebelum menjadi pusat pemerintahan,… Senin, 01 Januari 2018 18:43

Anak Tewas Disiksa Selingkuhan Ibu

SAMARINDA. Sungguh malang yang dialami Hasanuddin alias Hasan. Bocah 10 tahun itu meregang nyawa… Senin, 01 Januari 2018 18:41

Ma... Hasa n Mau Jagung...

DETIK-DETIK terakhir Hasanuddin alias Hasan (10), sebelum meregang nyawa karena dugaan penganiayaan… Minggu, 31 Desember 2017 17:28

Muncul Diimpit Kapal

SAMARINDA. Pencarian tim SAR gabungan membuahkan hasil. Juan Rez Thimoty Jhon Sera, korban tenggelam… Minggu, 31 Desember 2017 17:24

Tepian Ditutup Total

SAMARINDA. Polresta Samarinda akan menggelar rekayasa lalu lintas (lalin) perayaan malam pergantian… Sabtu, 30 Desember 2017 13:22

Lenyap Digulung Gelombang Kapal

SAMARINDA. Hati Ona (30) hancur berkeping-keping. Putranya, Juan Rez Thimoty Jhon Sera (11) hilang di… Sabtu, 30 Desember 2017 13:14

Menang di Pengadilan kar ena Belajar dari Pengalaman

Abun divonis bebas. Putusan yang mengejutkan sekaligus membingkungkan. Mengejutkan karena memang kasus… Ma... Hasan Mau Jagung... Tepian Ditutup Total Muncul Diimpit Kapal Dikubur Satu Liang, Ke luarga Besar Siapkan Pengacara Terjangkit dari Kontak Fisik di Balikpapan Anak Tewas Disiksa Selingkuhan Ibu Honorer Dishub Dirampok Geng Pemabuk Datangi Api, Tewas Terpanggang Cleaning Service hingga Pejabat Pernah “Diganggu”
  • Lerby Digoda PSM
  • Akibat Keseringan Nonton Film Dewasa
  • Mau Bertindak, Terbentur Aturan
  • Kukar Bersih-bersih Narkoba
  • Bantu Kakak Jualan, Divonis 5 Tahun
  • Terjangkit dari Kontak Fisik di Balikpapan
  • Puluhan Warga "Serbu" Bupati
  • Tak Pengaruhi Krisis
  • Median Jalan Bahayakan Pengendara
  • Polsek Ilir Waspadai Aksi Teror
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Warta 24 Samarinda

Tidak ada komentar