Tak Direstui, Yuda Jadi Penari Profesional
PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POSTKALTARA POS …
- PROKAL.co
- PROKAL NEWS
- PRO KALTIM
- KALTIM POST
- BALIKPAPAN POS
- SAMARINDA POS
- BONTANG POST
- BERAU POST
- PRO KALTARA
- RADAR TARAKAN
- BULUNGAN POST
- KALTARA POS
- PRO KALSEL
- RADAR BANJARMASIN
- PRO KALTENG
- KALTENG POS
- RADAR SAMPIT
- PRO KALBAR
- BalikpapanTV
- SamarindaTV
- KPFMBalikpapan
- KPFMSamarinda
- Indeks Berita
07 JANUARI UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
SANGGAM Minggu, 07 Januari 2018 00:12 Tak Direstui, Yuda Jadi Penari Profesional
PEMBUKTIAN: Yuda saat berhasil mendapatkan medali emas di ajang Pra-Porprov pada November 2017 lalu di Kutai Timur.
PROKAL.CO, MEMILIKI segudang prest asi, muda, berbakat, serta berparas tampan, ialah Ahmad Zainul Huda. Kelahiran Lamongan itu merupakan penari kontemporer dari komunitas Tudung Banua.
Pemuda yang kerab disapa Yuda itu mengaku, mulai menyukai menari sejak umurnya baru menginjak 13 tahun. âAwal mulanya saya suka nonton acara lets dance di Global TV pada 2005 lalu, jadi suka jungkir-jungkir sendiri di rumah,â kata pemuda kelahiran 17 Oktober 1994 itu.
Hingga 2007, Yuda memutuskan untuk ikut kelas basic breakdance yang ada di Berau. Hanya berselang tiga bulan, sebagai penari pemula Yuda sudah mampu memilki basic hitungan cepat. âUdah bisa basic hitungan cepat sih kalau untuk basic pemula,â ucap Yuda yang menyukai kuliner Indonesia itu.
Lambat laun, Yuda sudah mampu menguasai basic bboy. âSaya awalnya power move dan trick combo. Sekarang sudah mulai upgrade kesemua basic breakdance-nya seperti toprock, footwork, flava, originality, karakteristik, dan looking,â katanya.
Namun dengan keahliannya itu tidak serta merta didukung oleh keluarganya, terutama kedua orangtuanya. âSejak ikut kelas dance itu saya ikut diam-diam dari almarhum bapak saya sampai suatu hari saya ketahuan ikut breakdance. dimarahin habis-habisan lah pokoknya,â kata sisulung dari tiga bersaudara itu.
Yuda merupakan tipe orang yang tak mau menyerah. Meski sang almarhum sangat tidak menyukai anaknya menjadi penari, Yuda tetap berkeras hati untuk melanjutkan hobinya tersebut yang dilakukan setiap hari di Gor Graha Pemuda dan di halaman Kantor Bupati pada 2008 lalu.
âAlmarhum sempat berucap "breakdance itu anak jalanan tidak ada masa depannya, terus jika kenapa-kenapa siapa mau tanggung jawab" kata Bapak saya gitu. Jadi setelah itu saya tetap saja nekat latihan diam-diam,â katanya.
Yuda selalu ketahuan oleh almarhum ayahnya. Namun, Yuda tetap bersikeras untuk melanjutkan hobinya itu.
âIya ketahuan terus, tapi semangat saya tidak putus tetap nekat. Maklum lah masih labil waktu itu, jadi kalau saya latihan di gor kalau ada Bapak saya lewat yah cepat-cepat sembunyi,â kata pemuda yang fobia belut itu.
Yuda juga sering di-bully bahkan diremehkan oleh para seniornya. â2009 senior mulai sering perfom. Dan ikut kompetisi di Berau. Saya tidak ada yang ajak waktu itu. Soalnya paling kecil, jadi kalau mau ikut tampil atau kompetisi mereka bilang kamu bisa apa? masih kecil bikin malu kami aja nanti,â ungkapnya.
Sempat patah hati, Yuda pun sempat mengurungkan niatnya untuk berhenti. âSampai mau berhenti sih. Cuman saya coba terus, sampai saya buat tim sendiri dulu waktu SMP namanya Double Style Crew. Kebetulan teman saya banyak yang mau ikut. Jadi saya ajarin dengan kemampuan saya aja. Sampai mereka bisa basic,â katanya.
Singkat cerita, Yuda terus berlatih hingga terpilih mewakili Berau serta 6 senior lainnya. Lagi-lagi orangtua tidak setuju, bahkan pihak sekolah di SMA Terpadu tempat Yuda menuntut ilmu pun tidak memberikan izin, karena kondisi yang seperti itu membuat Yuda memutuskan untuk berhenti sekolah dan lebih memilih hobinya.
âSaya tidak diizinkan begitu saja, pertama dari Bapak saya. Kemudian kepala sekolah saya tidak izinin juga. Sampai kata Kepsek dan orangtua saya berucap mau sekolah atau breakdance? saya menjawab breakdance lah pak,â pungkasnya.
Sampai akhirnya Yuda pun putus sekolah, karena sudah tidak ada semangatnya lagi. âTidak naik kelas, hari-hari di-bully guru. Jadi saya pilih berhenti,â ucapnya.
Dan setelah itu Yuda mulai berani berangkat untuk mengikuti kompetisi di LA Street Ball Bboy Battle di Banjarmasin dengan modal nekat dan dana sendiri, pun berhasil menjadi juara ke-2, bahkan ia juga direkrut oleh tim B2M Crew. Sejak itulah karier Yuda semakin melejit dan terus menjuarai berbagai kompetisi di luar daerah.
âSaya ke Samarinda ikut kompetisi lagi di sana sini. Dan terakhir sebelum Bapak saya meninggal belum ada sebulan in i, sempat lihat lah walaupun hanya lewat video. Beruntung sebelum Bapak meninggal saya sudah bisa buktikan ke beliau dengan pilihan saya ini. Dan almarhum bangga banget saya dapat medali emas pada event Kejurprov dan Pra-Porprov di Sangatta 2017 lalu,â tutur anak dari Syaiful Bahri dan Siti Mujiatu itu. (*/mar/app)
loading...BERITA TERKAIT
- Belajar dari YouTube, Manfaatkan Medi a Sosial
- ADK 2018 Masih Bisa Berubah
- Nelayan Minta Pelaku Illegal Fishing Ditangkap
- 2017, Kunjungan Perpustakaan Capai 11.437 Orang
- Cegah Penangkapan Ikan Tak Ramah Lingkungan
- Fokus Tingkatkan Kemampuan Personel
- YouTuber Berau, Hasilkan Puluhan Juta Per Bulan
- Percantik Wilayah Kelurahan
- Disbun Dianggap Lakukan âDramaâ
- Tepian dan Lapangan Pemuda, Penuh Sesak
BA CA JUGA
Musim Hujan, Musim Penyakit
TANJUNG REDEB â" Kondisi cuaca di Bumi Batiwakkalâ" sebutan Kabupaten Berauâ" sepekanâ¦Pramuka, Perwujudan Patriotisme Masa Kini
TANJUNG REDEB â" Sekitar 500 pramuka penegak dan pandega dari seluruh Kabupaten Berau memenuhiâ¦Fokus Pembangunan Berbasis Ekonomi
TALISAYAN â" Pemerintah Kampung Talisayan, terus melakukan terobosan dalam menggerakan perekonomianâ¦Data Tak Sesuai dengan Fakta Lapangan
TALISAYAN â" Penyelesaian tapal batas antarkampung di Kecamatan Talisayan yang kembali mundur.â ¦Pemkab Masih Stop Program RLH
TANJUNG REDEB - Sama seperti tahun lalu, Pemkab Berau melalui Dinas Perumahan dan Permukiman kembaliâ¦Cegah Difteri, Dinkes Sebar Edaran
Guna mencegah menularnya penyakit difteri yang saat ini tengah mewabah di sejumlah daerah, Dinas Kesehatnâ¦TPS 3R Solusi Sampah di Talisayan
TALISAYAN â" Persoalan sampah di Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan mengundang perhatian Camatâ¦Siap Hibahkan Lahan
TALISAYAN â" Kepala Kampung Eka Sapta, Syamsul Arifin berharap Dinas Komunikasi dan Informatikaâ¦DLHK Bakal Sidak ke Bengkel
TANJUNG REDEB - Guna menindak lanjuti laporan masyarakat terkait banyaknya ditemukan ceceran limbahâ¦Tak Boleh Lebih dari 8 Ton
TANJUNG REDEB - Sesuai dengan target, Jalan Bujangga bisa dilintasi masyarakat. Meski sudah dibuka,â¦- Cabor Air Diproyeksikan di Berau
- Ulangi Kroscek Data Atlet, Waspada Kesalahan di Kemudian Hari
- Musim Hujan, Musim Penyakit
- Pramuka, Perwujudan Patriotisme Masa Kini
- Fokus Pembangunan Berbasis Ekonomi
- Data Tak Sesuai dengan Fakta Lapangan
- Pemkab Masih Stop Program RLH
- Cegah Difteri, Dinkes Sebar Edaran
- Tanpa Makan dan Minum, Jalan Kaki Sehari Semalam
- Tak Diakui sebagai Warga Giring-Giring
- HOME
- HOT NEWS
- NEWS UPDATE
- KOLOM
- RAGAM INFO
- INSPIRASI
- FEATURE
- OLAHRAGA
- EKONOMI
- KALIMANTAN TIMUR
- KALIMANTAN TENGAH
- KALIMANTAN SELATAN
- KALIMANTAN UTARA
- KALIMANTAN BARAT
- TENTANG KAMI
- KEBIJAKAN PRIVASI
- DISCLAIMER
- PEDOMAN MEDIA SIBER

Tidak ada komentar