Anak Tewas Disiksa Selingkuhan Ibu
PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POSTKALTARA POS PRO K…
- PROKAL.co
- PROKAL NEWS
- PRO KALTIM
- KALTIM POST
- BALIKPAPAN POS
- SAMARINDA POS
- BONTANG POST
- BERAU POST
- PRO KALTARA
- RADAR TARAKAN
- BULUNGAN POST
- KALTARA POS
- PRO KALSEL
- RADAR BANJARMASIN
- PRO KALTENG
- KALTENG POS
- RADAR SAMPIT
- PRO KALBAR
- BalikpapanTV
- SamarindaTV
- KPFMBalikpapan
- KPFMSamarinda
- Indeks Berita
02 JANUARI UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR
UTAMA
Senin, 01 Januari 2018 18:43 Anak Tewas Disiksa Selingkuhan IbuMulut Dilakban, Tangan dan Kaki Diikat
PROKAL.CO,
SAMARINDA. Sungguh malang yang dialami Hasanuddin alias Hasan. Bocah 10 tahun itu meregang nyawa dengan cara tak wajar. Ia berulang kali disiksa Rahmatullah alias Rahmat alias Habibi, selingkuhan ibunya, Risnawati alias Ita, ketika Imam Sasmita, ayahnya pergi mengais rezeki.
Rahmat menyiksa Hasan bak binatang dengan membekap mulut menggunakan lakban serta mengikat kedua tangan dan kaki bocah malang itu. Penganiayaan dilakukan di rumah tempat tinggal Hasan dengan kedua orangtuanya serta kedua saudaranya di Perumahan Daksa Korpri Pemprov Kaltim, Jalan Jakarta I Blok D5 RT 37 No 1, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang.
Penyiksaan tanpa henti yang harus diterima Hasan, akhirnya berhujung pada kematian. Hasan tewas ditangan pria 31 tahun itu, Kamis (28/12) pukul 17.30 Wita. Tewasnya Hasan disaksikan Ari Wijaya, kakak kandung Hasan. Alwi â"sapaan akrab Ari Wijaya- bahkan sempat memberikan nafas buatan untuk adiknya yang hany a selisih satu tahun darinya.
Kabar kematian Hasan pun disampaikan ke Imam, yang tak lama pulang ke rumah untuk melihat kondisi jasad putra keduanya itu. Imam sempat tersentak kaget ketika sampai di rumah. Karena di rumah sudah ada Rahmat sudah lebih dulu datang. Bahkan kedatangan warga Jalan Sentosa, Sungai Pinang itu lebih cepat dibandingkan teman-teman Imam yang merupakan driver Gojek.
Kemarahan melihat Rahmat, dikesampingkan Imam. Imam buru-buru masuk ke rumah untuk memastikan kondisi Hasan. Rasa tak percaya Hasan telah pergi. Imam ingin memberitahu keluarganya yang tak lama juga datang setelah mendapat kabar dari Rahmat, yang mengaku memberi kabar kematian Hasan atas dasar permintaan Imam. Namun apa yang diucapkan Rahmat itu dibantah Imam.
Prahara rumah tangga Imam dan Ita dengan Rahmat pun masih dikesampingkan meski keluarga Imam juga berang ketika melihat wajah Rahmat, yang turut bersedih atas kepergian Hasan.
Ita dan Rahmat bukan tak ada hubungan. Mereka tela h menikah siri meskipun Ita dan Imam, masih bersatus suami-istri sah. Saat Ita dan Rahmat menikah siri, Ita masih berstatus istri sah dari Imam. Mereka belum bercerai. Sedangkan Imam adalah suami kedua Ita. Sebelumnya Ita menikah dengan Hendrawan dan akhirnya bercerai.
Iwan Nordiansyah, kakak kandung Imam yang paling menyesalkan kepergian Hasan. Iwan sedikit banyak tahu kisah kehidupan pahit yang dialami keponakannya itu. Ita pun menjadi sasaran pertanyaan Iwan, yang penasaran penyebab kematian Hasan.
âIbunya (Ita, Red) bilang sepulang main sepak bola tiba-tiba badan Hasan panas tinggi. Ibunya melarang Hasan mandi. Tapi Hasan tetap mandi. Nah, setelah mandi, Hasan masuk ke kamar dan berbaring. Dan ketika mau dibangunkan ternyata Hasan sudah meninggal,â tutur Iwan, yang memviralkan kasus tewasnya Hasan itu di media sosial (Medsos) Facebook, kemarin (31/12).
Meski menaruh curiga, Iwan tetap berpikir positif. Ia tak ragu dengan apa yang diucapkan Ita. Begitu juga dengan keluarga Imam lainnya. Hanya satu yang tetap bersikukuh Hasan meninggal tak wajar. Irin Ariyani, salah seorang tante Hasan yang merupakan saudara Imam yang lain. Irin curiga karena ketika ia datang dan melihat wajah Hasan, ada sesuatu yang mengganjal.
âSaya lihat wajahnya beda. Tidak seperti orang yang meninggal wajar,â ucap Irin kepada Sapos.
Rasa penasaran Irin mendorongya untuk menelusuri lebih jauh. Hingga akhirnya Irin pun memberanikan diri menyingkap kain panjang yang menutup jasad Hasan dari kaki hingga ke leher.
âDi situ saya lihat, tangannya biru hingga di bagian dada. Di bibirnya pun ada luka. Bahkan di bagian leher ada bekas cekikkan,â ujar Irin.
Kecuriagaan Irin memang berdasar. Semalam setelah jasad keponakannya dimakamkan di TPU Gang Raudah, Irin diberi mimpi. Dalam mimpinya, Irin didatangi Hasan yang sedang duduk mendekap kedua kakinya. Masih dalam mimpi itu, Irin sempat bertanya. Namun Hasan hanya menangis.
Melihat kondisi jasad Hasan yan g tak wajar, Irin pun semakin curiga. Irin coba memberitahu saudaranya yang lain, namun saudaranya enggan memperpanjang masalah tersebut. Alasannya kasihan dengan Hasan yang telah meninggal dunia.
âNah ketika kami sedang masak untuk acara tahlilan tiga hari Hasan, Sabtu (30/12) lalu pukul 10.00 Wita, barulah terungkap ketika Imam dan Ita cekcok. Kebetulan Imam ketika itu berteriak âkalau ku bongkar, kalau ku bongkar, kalau bongkarâ. Ucapan kakak saya itu (Imam, Red) langsung saya sahut âbongkar aja mamâ,â tutur Irin menirukan ucapan Imam ketika itu.
Sahutan Irin disambut Imam yang kemudian keluar dari kamar serta langsung menceritakan kepada Irin apa yang sebenarnya terhadi pada Hasan.
âMendengar keponakan saya itu disiksa dan Ita diam saja. Saya langsung keluar rumah berteriak-teriak agar tetangga tahu. Tidak lama tetangga dan ketua RT berdatangan,â ujar Irin.
Teriakan Irin itu direspons banyak warga, terutama Sugiharto (64), warga yang rumahnya tepa t di depan rumah yang dikontrak oleh Imam. Meski jarang di rumah karena bekerja di luar kota, Sugiharto tahu persis kehidupan Imam dan Ita. Bahkan Sugiharto kasihan dengan Alwi dan Hasan.
âAnak itu (Hasan, Red) tidak berani pulang ke rumah kalau bapaknya (Imam, Red) belum pulang. Anak itu kadang tidur di teras rumah warga. Bahhkan kadang di kolong mobil karena ketakutan,â tutur Sugiharto.
Ketika Irin mengamuk lantaran tahu kematian Hasan tak wajar, Sugiharto bergegas meminta warga memanggil Ketua RT 37, Munir Rahman.
âSaya coba menenangkan dan memberitahu agar keluarganya menyelesaikan masalah itu ke kantor polisi saja,â ujar Sugiharto.
Saran Sugiharto itupun diterima keluarga Imam, yang kemudian menuju rumah orangtua mereka di Jalan Pangeran Suryanata, Samarinda Ulu. Mereka berkumpul untuk berembuk.
Di saat keluarga Imam sibuk berembuk, warga setempat yang kasihan dengan Hasan dan Alwi, ambil tindakan. Mereka tahu benar bagaimana penyiksaan yang dialami Hasan. Warga berinisiatif datang ke Polsekta Sungai Kunjang, Sabtu (30/12) lalu pukul 15.30 Wita.
âWarga datang melaporkan. Mereka datang ke sini (Polsekta Sungai Kunjang) karena ingin menanyakan apakah keluarga Imam sudah melapor atau belum. Kalau belum mereka yang mau lapor,â tutur Kapolsekta Sungai Kunjang, Kompol Apri Fajar Hermanto, melalui Kanit Reskrim, Ipda Suyatno.
Karena desakan warga yang ramai-ramai mendatangi Polsekta Sungai Kunjang, polisi pun langsung melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
âNah dari situlah kami langsung mengamankan ibunya (Ati, Red), lalu suaminya (Imam, Red) dan terakhir suami sirinya (Rahmat, Red) untuk dimintai keterangan,â ujar Suyatno.
Penyelidikan polisi pun dilakukan dengan melakukan penggeledahan di rumah kontrakan Imam. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang disita. Selanjutnya garis polisi dipasang.
âKasusnya masih dalam pengembangan penyidikan. Berdasarkan laporan penyidik nya kepada saya, sudah ada satu yang ditetapkan sebagai tersangka yakni suami siri (Rahmat, Red) ibu korban. Untuk keterlibatan yang lainnya masih kami kembangkan,â pungkas Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto kepad Sapos.(oke/nha)
BACA JUGA
Ma... Hasan Mau Jagung...
DETIK-DETIK terakhir Hasanuddin alias Hasan (10), sebelum meregang nyawa karena dugaan penganiayaanâ¦Muncul Diimpit Kapal
SAMARINDA. Pencarian tim SAR gabungan membuahkan hasil. Juan Rez Thimoty Jhon Sera, korban tenggelamâ¦Tepian Ditutup Total
SAMARINDA. Polresta Samarinda akan menggelar rekayasa lalu lintas (lalin) perayaan malam pergantianâ¦Lenyap Digulung Gelombang Kapal
SAMARINDA. Hati Ona (30) hancur berkeping-keping. Putranya, Juan Rez Thimoty Jhon Sera (11) hilang diâ¦Menang di Pengadilan karena Belajar dari Pengalaman
Abun divonis bebas. Putusan yang mengejutkan sekaligus membingkungkan. Mengejutkan karena memang kasusâ¦Aborsi Meski Pacar Siap Tanggung Jawab
SAMARINDA. Polsekta Samarinda Utara menetapkan TS (21) sebagai pelaku utama penghilangan nyawa bayiâ¦Mencuri Demi Pesta Ultah Anak
SAMARINDA. Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sam a dua kali. Sementara Jamaluddin (28) dan Raisâ¦Jabang Bayi Muncul di Kloset
SAMARINDA. Segumpal daging di samping kloset jongkok membuat Syamsul (47) terkejut. Bukan daging biasa,â¦Hotel Sarang LGBT Ditelusuri
SAMARINDA. Kabar adanya kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang "main" di lantaiâ¦Pensiunan Polisi Tewas Bersujud
SAMARINDA. Langit mendung disertai hujan menjadi pertanda seolah alam ikut menangisi kepergian Ngasiono,â¦- Borneo FC II Lengkap
- Harapan Baru di Jembatan Achmad Amins
- Jalan Rusak Jadi Kendala
- Alami Penurunan di Akhir Tahun
- Volume Sampah Meningkat Tajam
- Anak Tewas Disiksa Selingkuhan Ibu
- Ma. .. Hasan Mau Jagung...
- Perlu 4 Kali Uji Coba
- Jalur Kelay hingga Labanan Jadi Atensi
- Diduga Bocor, Temukan Tamu di Bawah Umur
- HOME
- HOT NEWS
- NEWS UPDATE
- KOLOM
- RAGAM INFO
- INSPIRASI
- FEATURE
- OLAHRAGA
- EKONOMI
- KALIMANTAN TIMUR
- KALIMANTAN TENGAH
- KALIMANTAN SELATAN
- KALIMANTAN UTARA
- KALIMANTAN BARAT
- TENTANG KAMI
- KEBIJAKAN PRIVASI
- DISCLAIMER
- PEDOMAN MEDIA SIBER

Tidak ada komentar