Solar Subsidi Diduga untuk Industri
PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POSTKALTARA POS PRO …
- PROKAL.co
- PROKAL NEWS
- PRO KALTIM
- KALTIM POST
- BALIKPAPAN POS
- SAMARINDA POS
- BONTANG POST
- BERAU POST
- PRO KALTARA
- RADAR TARAKAN
- BULUNGAN POST
- KALTARA POS
- PRO KALSEL
- RADAR BANJARMASIN
- PRO KALTENG
- KALTENG POS
- RADAR SAMPIT
- PRO KALBAR
- BalikpapanTV
- SamarindaTV
- KPFMBalikpapan
- KPFMSamarinda
- Indeks Berita
14 DESEMBER UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
SANGGAM
Kamis, 14 Desember 2017 09:50 Solar Subsidi Diduga untuk IndustriPemberian Kartu BBM Nelayan Bakal Dievaluasi
PROKAL.CO, TALISAYAN â" Kartu Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang diperuntukkan para di Kecamatan Talisayan dan sekitarnya, disalahgunakan oleh segelintir oknum warga menjadi bisnis ilegal.
Dari sejumlah keterangan nelayan yang dimintai keterangan oleh Berau Post, membenarkan hal tersebut. Seorang nelayan yang enggan ditulis namanya mengatakan, para oknum itu menggunakan sistem pinjam dan bagi hasil dengan nelayan. Menggunakan kartu BBM, berarti para oknum dapat dengan mudah mendapatkan solar dari Agen Penjualan Minyak dan Solar (APMS) sesuai kuota kartu yang telah ditentukan. âKalau tanpa kartu, oknum pengetap harus antre dan dibatasi,â katanya kepada Berau Post, Kamis (13/12).
Pria dengan postur tinggi kurus itu menjelaskan, sejumlah oknum memanfaatkan kartu BBM untuk mendapat jatah solar agar dijual kembali kepada perusahaan atau pekerjaan proyek pemerintah oleh sejumlah kontraktor. Padahal perusahaan atau kontrakt or tersebut harusnya menggunakan solar industri. âSaya mendengarnya begitu. Karena trayek angkutan seharusnya menggunakan solar industri bukannya subsidi. Itu setahu saya. Nah, karena lebih murah, pengusaha manfaatkan pengetap. Begitu pun sebaliknya,â ucapnya.
Nelayan lainnya yang juga enggan disebutkan namanya, juga mengatakan hal serupa. Praktik tersebut ujarnya, sudah terjadi sejak lama. Bahkan hal ini sudah pernah diadukan dan dibahas oleh unsur Musyawarah Pembina Kampung (Muspika), UPTD Dinas Perikanan wilayah IV dan Pemerintah Kampung Talisayan.
Namun, hingga kini tidak ada wujud nyata penegakan aturan yang dilakukan. Sehingga, bisnis ilegal tersebut tak berhenti. Ia menganggap, pembahasan yang dilakukan beberapa waktu lalu hanya sekadar seremoni.
âKatanya kalau ketahuan akan disita kartunya. Padahal sudah ditahu orangnya. Tapi, masih saja ada yang melakukan, Tindakan yang hanya dilontarkan ke mulut, aksi di lapangan tidak ada. Padahal tran saksinya di luar APMS. Puluhan jeriken dianggkut ke mobil pick up. âTapi tindakan pemerintah, aparat maupun pihak terkait tidak ada,â pungkasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) wilayah IV Sri Yani saat dikonfirmasi sudah mendengar dan tidak mengelak hal tersebut. âTidak dimungkiri itu pasti ada,â katanya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.
Wanita yang karib disapa Sri itu, menyayangkan terjadi hal ini. Padahal, kartu itu diberikan pemerintah untuk mempermudah nelayan melakukan aktivitas, dan membantu mendapatkan jatah solar bersubsidi.
Seharusnya, kata dia, jika nelayan tidak dipergunakan lagi, kartu tersebut harus dikembalikan. Jangan dipinjamkan ke oknum warga untuk menggunakannya sebagai bisnis ilegal. Oleh karena itu, ia akan mengambil sikap dengan melakukan pendataan ulang untuk pemberian kartu BBM. Mekanisme pengambilan BBM, akunya juga akan diubah.
âDesember ini masa berlaku kartu habis dan h arus diperpanjang lagi. Ini akan saya evaluasi dengan melakukan pendataan lebih akurat. Mana nelayan aktif dan yang tidak. Pengambilan nantinya tidak boleh diwakilkan. Harus nelayan itu sendiri. Ini juga akan saya koordinasikan dengan pengelola AMPS Talisayan, Farida Hasan,â pungkasnya. (jun/rio)
Karena Mekanisme yang Buruk
PENYALAHGUNAAN kartu BBM nelayan oleh sejumlah oknum, telah sampai ke telinga Camat Talisayan, David Pamuji. Ia menyayangkan, kartu yang diberikan Pemkab Berau dalam mempermudah aktivitas nelayan, digunakan sebagai peluang bisnis dengan diperjualbelikan ke pengusaha trayek angkutan.
Persoalan ini, Diyakini Pamuji-sapaan akrabnya- karena kurang kuota BBM yang digelontorkan nelayan di wilayah administarinya. Jika tepat sasaran, kouta solar untuk nelayan sebenarnya sudah mencukupi untuk kebutuhan aktivitas melaut.
âSebenarnya kuota sekarang cukup. Karena kita tidak tahu nelayan akti f dan yang tidak. Mana memanfaatkan dengan benar dan tidak. Alhasil, kekurangan BBM terjadi,â katanya kepada Berau Post, Kamis (13/12).
Menurutnya, kartu BBM nelayan akibat tidak tepat sasaran. Dirinya kiga mendapatkan informasi bahwa pengambilan BBM dapat diwakilkan. Buruknya mekanisme itu, menjadi faktor utamannya. Sehingga, para pelaku dapat leluasa mengunakan kartu tersebut.
Hal ini ucap Pamuji, harus segera disikapi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkair, dalam hal ini Dinas Perikanan Berau. âKarena, tupoksi kecamatan tidak sampai ke sana. Tetapi Dinas Perikanan yang memiliki kewenangan. Kalau memfasilitasi pertemuan dengan nelayan, bisa saja kami lakukan,â jelasnya.
Bahkan, pihaknya mendapatkan surat permohonan dukungan penambahan kuota BBM dari pengelola APMS Talisayan. Namun, surat tersebut belum ia rekomendasikan, sebelum permasalahan ini dapat dituntaskan.
âApakah dengan penambahan kuota ini menjadi jalan pemecahan kekurangan BBM nelayan saat ini. Atau malah akan memperkaya oknum yang menyalahgunakan kartu tersebut. Ini harus diselesaikan dulu,â tegasnya.
Persoalan ini tidak akan dirinya tinggalkan begitu saja. Ia berencana melakukan pertemuan untuk melakukan koordinasi dengan UPTD Dinas Perikanan wilayah IV, pengelola APMS beserta pemerintah kampung. Namun, perwakilan kelompok nelayan juga dilibatkan untuk menyelesaikan masalah ini. âKarena, ketua nelayan yang mengetahui seluk beluk di lapangan. Jadi perlu dilibatkan. Jika ada hasil, tinggal instansi terkait menindaklanjutinya,â pungkasnya. (jun/rio)
BERITA TERKAIT
- Jangan Parkir Motor Sembarangan
- Batasi Anak Gunakan Gadget
- Rehab Posyandu untuk Kenyamanan Warga
- Tugas Ferdi Digantikan Sekretaris Kampung
- Kembalikan Fungsi Ruang Tunggu Penumpang
- Kepolisian Awasi Penggunaan Anggaran
- Kesehatan Jemaah Haji Jadi Perhatian
- 11 Kawasan Blank Spot Dibangun BTS
- Antisipasi Aksi Kejahatan
- Buat Po la Pendidikan Berbeda
BACA JUGA
Akui Punya Dampak Positif, Disbudpar Minta Pengembangan Kampung Nelayan Segera Dilaksanakan
TALISAYAN â" Rencana Pemerintah Kecamatan Talisayan mengubah kawasan permukiman nelayan yang kumuhâ¦Revalitasi Kawasan Kumuh Jadi Objek Wisata
TALISAYAN â" Selain pengembangan wisata Pantai Talisay yang terletak di Kampung Talisayan, Camatâ¦Sisa 14 Orang, Jumlah Murid SD 008 Kelay Makin Berkurang
KELAY â" Jumlah murid SD 008 Kelay semakin berkurang, begitu juga dengan jumlah tenaga pendidikâ¦Cemas Warga Lebih Nekat
BIATAN - Ancaman warga Kampung Biatan Ilir kembali menggelar demonstrasi sekaligus menutup aktivitasâ¦Penataan Dapil dan Simulasi Perhitungan Kursi Dibahas
TANJUNG REDEB â" Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau, menggelar rapat guna penataan daerahâ¦Warga Bakal Mengadu ke Bupati
BIATAN â" Konflik sengketa lahan antara warga Kampung Biatan Ilir dengan perusahaan perkebunanâ¦Penataan Pantai Harus Tersusun
TALISAYAN â" Camat Talisayan David Pamuji meminta agar bangkai kapal dan pepohonan yang berserakanâ¦Perkuat Kompetensi Guru Bahasa Indonesia
TANJUNG REDEB â" Sebanyak 50 tenaga pendidik tingkat SD dari 13 Kecamatan, berkumpul di Hotel Grandâ¦Sulap Lirik Lagu âAkadâ Menggunakan Bahasa Barau
Memanfaatkan seni musik untuk memperkenalkan dan melestarikan Bahasa Barau, menjadi jalan yang dirintisâ¦Sindikat Bisnis Obat Ilegal Diciduk
TANJUNG REDEB â" Walau sudah kerap diamankan aparat kepolisian, namun para pebisnis obat ilegalâ¦- Jalan dan Listrik Masih Dikeluhkan
- Berau Gelar Event Offroad Internasional Pertama
- Solar Subsidi Diduga untuk Industri
- Tambah Kuota Atlet Usia Dini
- Melayani dengan Sepenuh Hati
- Sosialisasi Pilgub Kaltim 2018
- Pengendalian Penduduk Hasilkan Masyarakat Berkualitas
- Hijaukan Kawasan TPA Bujangga
- Dekranasda Pekalongan Kunjungi Berau
- Pengusaha Menolak Kebijakan Pemkab
- HOME
- HOT NEWS
- NEWS UPDATE
- KOLOM
- RAGAM INFO
- INSPIRASI
- FEATURE
- OLAHRAGA
- EKONOMI
- KALIMANTAN TIMUR
- KALIMANTAN TENGAH
- KALIMANTAN SELATAN
- KALIMANTAN UTARA
- KALIMANTAN BARAT
- TENTANG KAMI
- KEBIJAKAN PRIVASI
- DISCLAIMER
- PEDOMAN MEDIA SIBER

Tidak ada komentar