Petani Berharap Harga Lada Membaik - Warta 24 Kalimantan Timur
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Petani Berharap Harga Lada Membaik

Petani Berharap Harga Lada Membaik

PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POSTKALTARA POS PRO K…

Petani Berharap Harga Lada Membaik

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: SABTU
30 DESEMBER UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 30 Desember 2017 14:36 Petani Berharap Harga Lada Membaik URUNG NAIK: Harga lada di pasaran masih belum membaik. Petani berharap tahun depan harganya bisa kembali meningkat.

PROKAL.CO, BATU PUTIH â€" Mendekati pengujung 2017, harga lada di kalangan petani di wilayh pesisir selatan Berau, khususnya di Kecamatan Batu Putih masih terpuruk. Pasalnya, harga salah satu bumbu dapur tersebut bertahan di harga Rp 50-55 ribu.

Kondisi tersebut menjadi polemik petani lada. Sebab, sejak anjlok 2016 lalu, belum ada solusi yang diberikan pemerintah terkait persoalan ini.

“Pembeli (tengkulak-red) beraninya hanya Rp 50 ribu per satu kilogram. Kita mau menyimpan terlalu lama, khawatir kualitasnya akan rusak. Ya, mau tak mau terpaksa dijual," ungkap Kurdiah, petani dari Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih kepada Berau Post, Jumat (29/12).

Ia mengaku, kurang bersemangat mengembangkan perkebunan miliknya di situasi anjloknya harga lada kini. Pasalnya, harga Rp 50 ribu per kilogeram (kg) membuat biaya operasional membengkak. “Memang tak sebanding. Cuma mau bagaimana lagi. Apalagi, perawatan lada ini juga cukup cerewet, dan rentan diserang hama,” jelasnya.

Petani lada lainnya, Nur Sian jug a mengatakan hal senada. Dirinya pun mengaku pasrah dengan kondisi harga tersebut. Kendati demikian, ia tetap berharap harga lada dapat kembali normal. “Kalau sudah harganya begitu, mau bagaimana lagi. Semoga saja, bisa normal lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Aziz salah seorang pengepul membenarkan masih terpuruknya harga tersebut. Dirinya pun tidak mengetahui secara pasti penyebab anjloknya harga lada. “Tidak tahu juga. Cuma yang pasti harganya memang sangat jatuh. Tak hanya di wilayah Berau. Di daerah lain juga sama,” bebernya.

Tak hanya itu, harga pasaran lada di Kota Samarinda juga diakuinya tak jauh berbeda dengan harga lada di Berau. Ia menyebutkan, hanya berselisih Rp 5 ribu, yakni sekitar Rp 55 ribu per kg. Rendahnya harga laga diprediksi masih terjadi pada 2018.

“Sepertinya sampai tahun depan. Karena, sampai saat ini, harga lada dipasaran masih tetap rendah. Kalaupun naik, itu pun harganya tak jauh,” tandasnya. (jun/rio)

loading...
BERITA TERKAIT
  • Kejar Mimpi Jadi Lumbung Padi Berau
  • Ekonomi Masih Tertekan
  • Mudah “Dimainkan”, Investasi Cabai Menjanjikan
  • Jagung Mulai Diburu
  • Beras dan Gula Bisa Murah
  • Bentuk Tim Operasi Pasar
  • Prospek Besar, Harus Digarap Serius
  • Siapkan Pabrik Pengolahan, Rangkul Seluruh Kelompok Tani
  • Cari yang Lebih Ekonomis< /strong>
  • Harga Telur, Ayam dan Cabai Merangkak Naik

BACA JUGA

Sabtu, 23 Desember 2017 00:16

Gerakkan Perekonomian yang Berkelanjutan

TANJUNG REDEB â€" Program Karbon Hutan Berau (PKHB) sudah memasuki fase implementasi… Minggu, 17 Desember 2017 00:09

Sudah Sepekan Semen “Hilang”

TANJUNG RED EB â€" Stok semen kembali mengalami kekosongan di beberapa toko bangunan yang ada di… Sabtu, 16 Desember 2017 13:13

Pastikan Gas Melon Tepat Sasaran

TANJUNG REDEB â€" Masyarakat Berau sempat kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram (Kg) karena… Sabtu, 16 Desember 2017 13:10

Pasokan di Tembudan Kosong

TALISAYAN - Gas elpiji tiga kilogram (kg) saat ini pasokannya kurang dari pasaran di Kampung Tembudan,… Jumat, 15 Desember 2017 00:30

Sektor Perikanan Kian Seksi

TALISAYAN â€" Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Talisayan, tengah melirik sektor perikanan untuk… Jumat, 15 Desember 2017 00:28

Sektor Pertanian Menggeliat di Kampung Tasuk

GUNUNG TABUR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pertanian terus mengupayakan peningkatkan… Rabu, 13 Desember 2017 00:14

Pengusaha Menolak Kebijakan Pemkab

TALISAYAN â€" Penarikan pajak sarang burung walet yang tengah gencar dilakukan Pemkab Berau, mendapat… Kamis, 07 Desember 2017 11:10

Petani Jagung Ambil Kesempatan

TALISAYAN - Mengantisipasi besarnya permintaan terhadap komoditas jagung manis pada acara pergantian… Senin, 04 Desember 2017 11:14

Petani Lada Kembali Pusing

BATU PUTIH â€" Memasuki pengujung 2017, harga komoditas lada di wilayah Kecamatan Batu Putih kian… Senin, 04 Desember 2017 11:10

Butuh Pelabuhan Ekspor untuk Menarik Investor

TANJUNG REDEB - Pelemahan ekonomi juga dirasakan terjadi di Bumi Batiwakkal. Untuk itu, Pemkab Berau… Jagung Mulai Diburu Gerakkan Perekonomian yang Berkelanjutan Beras dan Gula Bisa Murah
  • Petaka Satu Gol, Berau Marine FC 1-0 Mahkota Saturut FC
  • Dapat Komposisi Terbaik, PSSI Turunkan 20 Pemain untuk Pra-Porprov
  • Kasman Dikabarkan Meninggal
  • Kejar Mimpi Jadi Lumbung Padi Berau
  • Petani Berharap Harga Lada Membaik
  • Gelar Lomba untuk Ibu-Ibu
  • Dinkes Petakan Kawasan Rawan DBD
  • 12 Paket Gagal Lelang
  • Kesadaran Masyarakat bisa Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
  • Ekonomi Masih Tertekan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Warta 24 Berau

Tidak ada komentar