Perusahaan Perkebunan Harus Berkantor di Kutim - Warta 24 Kalimantan Timur
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Perusahaan Perkebunan Harus Berkantor di Kutim

Perusahaan Perkebunan Harus Berkantor di Kutim

Perusahaan Perkebunan Harus Berkantor di Kutim “Saya akan turun langsung dan evaluasi di lapangan. Kemungkinan mulai Januari 2018 mendatang,” kata Wabup Kasmidi.Minggu, 17 Desem…

Perusahaan Perkebunan Harus Berkantor di Kutim

Perusahaan Perkebunan Harus Berkantor di Kutim

“Saya akan turun langsung dan evaluasi di lapangan. Kemungkinan mulai Januari 2018 mendatang,” kata Wabup Kasmidi.

Perusahaan Perkebunan Harus Berkantor di KutimHO_HUMAS SETKAB KUTIMBupati Ismunandar melakukan panen perdana buah sawit milik Gapoktan Etam Sejahtera di Desa Muara Pantun, kecamatan Telen

> Wabup Kasmidi akan Lakukan Evaluasi
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pemerintah Kutai Timur, kembali mengimbau seluruh perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kutai Timur, harus memiliki kantor di Sangatta atau minimal di lokasi perkebunan.

Selain mempermudah koordinasi antara perusahaan dengan peme rintah, bila terjadi permasalahan, juga diharapkan bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi bagi masyarakat sekitar.

“Kita sudah imbau ulang masalah tersebut dalam pertemuan agribisnis klub baru-baru ini. Jadi kalau ada apa-apa, kita bisa selesaikan dengan cepat. Bisa saja kantornya di Jakarta, tapi di Kutai Timur sebagai wilayah operasional juga harus ada kantornya. Surat menyurat mudah, koordinasi mudah dan ada penyerapan tenaga kerja juga,” ungkap Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, Sabtu (16/12/2017).

Bahkan, Wabup Kasmidi memastikan dirinya akan terjun langsung ke lapangan untuk mengecek apakah perusahaan tersebut sudah menjalankan imbauan Pemkab Kutim atau belum.

“Saya akan turun langsung dan evaluasi di lapangan. Kemungkinan mulai Januari 2018 mendatang,” kata Wabup Kasmidi.

Sebelumnya, Bupati Kutai Timur Ismunandar juga mengatakan agar permasalahan di kawasan perkebunan bisa diselesaikan di tingkat kecamatan atau desa setempat. Tidak h arus sampai ke Bupati. Karena Camat adalah perpanjangan tangan Bupati.

“Perusahaan perkebunan juga diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam penyediaan kebutuhan dasar masyarakat. Minimal di sekitar wilayah operasi. Seperti ketersediaan air bersih dan listrik,” ungkap Ismunandar.

Perusahaan yang ada di Kutai Timur, menurut Bupati harus memegang prinsip, “Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung” artinya bagaimana perusahaan bersama-sama mensukseskan program Bupati dan Wakil Bupati Kutim.

Senada, Kadis Perkebunan Alfian mengatakan dirinya juga sudah meminta seluruh perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kutim agar membantu program Pemkab Kutim. Kebutuhan pembangunan yang belum tercover melalui Dana Desa (DD) atau Anggaran Dana Desa (ADD), agar dibantu dengan dana CSR. (*)

Penulis: Margaret Sarita Editor: Ahmad Bayasut Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Nikita Mirzani Beberkan Tarifnya, Begini Reaksi Pengacara Hotman Paris Sumber: Google News | Warta 24 Kutai Timur

Tidak ada komentar