Media Diajak Tekan Angka Golput - Warta 24 Kalimantan Timur
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Media Diajak Tekan Angka Golput

Media Diajak Tekan Angka Golput

Media Diajak Tekan Angka GolputSabtu, 23 Desember 2017 Jam: 11:01:36 WIBKPU dan awak media bertemu rapat koordinasi bersama awak media di Kantor KPU Bontang, Jalan Awang Long, Kota Bontang, Jumat (2…

Media Diajak Tekan Angka Golput

Media Diajak Tekan Angka Golput

Sabtu, 23 Desember 2017 Jam: 11:01:36 WIBMedia Diajak Tekan Angka GolputKPU dan awak media bertemu rapat koordinasi bersama awak media di Kantor KPU Bontang, Jalan Awang Long, Kota Bontang, Jumat (22/12/2017). (FANNY/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang menargetkan angka partisipasi pemilih mencapai 80 persen di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 nanti. Target ini disampaikan saat rapat koordinasi bersama awak media di Kantor KPU Bontang, Jalan Awang Long, Kota Bontang, Jumat (22/12/2017).

Ketua KPU Bontang, Suardi anggap media menjadi salah satu corong KPU mensosialisasikan pesta demokrasi lima tahunan itu. Apalagi pada pemilihan legislatif (pileg) dan Pilpres 2014 lalu, partisipasi masyarakat ikut memilih sebesar 72,42 persen dari 125.753 orang daftar pemilih tetap (DPT). Selang setahun, Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015 lalu, angka partisipasi masyarakat Bontang jeblok sampai 64,38 persen dari 121.646 pemilih. Jika dikalkulasi, masih ada 43 ribuan pemilih tak ikut berpatisipasi.

"Media bisa mengubah cara pandang masyarakat tentang Pemilu untuk aktif dan sadar menggunakan hak pilih dengan baik," ujar Suardi.

Suardi berujar, peran media sebagai langkah awal perbaikan politik dan demokrasi pada pemerintahan. Media pun bisa menekan jumlah angka golput pemilu akan datang dengan memberikan informasi Pemilu dengan baik dan benar.

Senada, Komisioner KPU Bontang Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Iffa Rosita menganggap peran media penting di Pilkada nanti. Peran pers sebagai arena kontestasi politik dan pembentukan opini publik yang sehat.

"Pemberitaan di media akan memengaruhi hasil pemilu. Media menjadi sarana sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat," tamb ah Iffa.

Masyarakat yang memilih untuk tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang dianggap sebagai pesta demokrasi ini biasanya disebut Golongan Putih (Golput). Angka golput masih mendominasi di Pilkada 2015 lalu sebagai cambukan bagi KPU Bontang di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 nanti.

Ketidaktahuan masyarakat adanya Pilkada, lanjut dia bisa menjadi faktor tingginya angka golput. Selain itu, surat suara tidak sah, tidak mendapatkan surat memilih, hingga kecewa terhadap calon peserta Pemilu.

“Masyarakat atau adik-adik kita yang kuliah di luar Bontang juga menjadi penyebab angka golput. Selain itu, sinkronisasi data pemilih yang sudah meninggal atau pindah ke daerah lain. Orangnya enggak ada tapi masih tercantum di DPT,” jelas Iffa. (*)

Reporter : Alpiana Editor : Nur Aisyah

Baca Juga

  • Neni Tanya Silpa, Ini Jawaban Adi Darma
  • Adi Sebut Program Rp 200 Juta Per RT Bebani A PBD, Berikut Jawaban Neni
  • Diduga Lakukan Kampanye Hitam, Pegawai Honor Diamankan Panwas Bontang
  • Dilantik Gubernur Awang, Neni-Basri Resmi Pimpin Bontang Lima Tahun Kedepan
  • KPU Selesai Ngitung, Neni-Basri Unggul 11 Persen dari Adi-Isro

Sumber: Google News | Warta 24 Bontang

Tidak ada komentar