Ini Fakta Penting KPK 2017 - Warta 24 Kalimantan Timur
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Ini Fakta Penting KPK 2017

Ini Fakta Penting KPK 2017

Ini Fakta Penting KPK 2017 Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ketua KPK Agus Rahardjo (kedua kanan), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembang…

Ini Fakta Penting KPK 2017

Ini Fakta Penting KPK 2017

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ketua KPK Agus Rahardjo (kedua kanan), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro (tengah), Menkum HAM Yasonna Laoly (kedua kiri), dan Mensesneg Pratikno (kiri) membuka Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi ke-12, sekaligus Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2017 serta Peluncuran Aplikasi e-LHKPN, di Jakarta, 11 Desember 2017. (Antara/Puspa Perwitasari)

Oleh: Nurlis E Meuko / NEF | Kamis, 28 Desember 2017 | 11:56 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim telah menyelamatkan uang negara puluhan triliun, sedangkan anggaran negara yang dihabiskan Rp 780,1 miliar.

Di samping menyelamatkan uang negara, pada 2017 ini, KP K juga menangani sejumlah kasus yang sangat menonjol dan menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah kasus dugaan korupsi e-KTP dengan tersangka Setya Novanto, ketua DPR RI.

Berikut ini adalah fakta penting KPK pada 2017:

Selamatkan Uang Negara 2017

#1. Rp 2,6 triliun. Di antaranya laporan gratifikasi milik negara Rp 114 miliar, penyelamatan barang milik negara (BMN) Kemkes Rp 374 miliar dan kordinasi supervisi dengan PT KAI untuk menyewa lahan senilai Rp 78 miliar. Peningkatan PNBP Kehutanan Rp 1 triliun dan peningkatan PNBP Minerba Rp 1 triliun.

#2. Rp 276 miliar. Sebanyak Rp 188 miliar dari penanganan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) telah masuk ke kas negara. Sisanya atau sekitar Rp 88,6 miliar, dihibahkan untuk sarana dan prasarana negara.

#3. Aset dan pajak. Penertiban aset yang mangkrak di Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Rp 13 tril iun. Mendorong Pemprov DKI mengintegrasikan data dan informasi pajak, sehingga meningkatkan penerimaan pajak daerah DKI sebesar Rp 3,2 triliun.

Perkara Menonjol 2017

#1. Ketua DPR RI. Kasus korupsi e-KTP adalah perkara yang paling menonjol tahun ini, apalagi sampai ke tingkat dugaan terlibatnya Setya Novanto. Maklum, ia adalah ketua DPR dan juga ketua umum Golkar. Setelah ditahan KPK, Setya Novanto meletakkan dua jabatan politik itu.

#2. Gubernur Bengkulu. Pada 20 Juni 2017, KPK menangkap tangan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti terkait proyek pembangunan TES-Muara Aman senilai Rp 37 miliar dan proyek pembangunan jalan Curuk Air Dingin Rp 16 miliar di Kabupaten Rejang Lebong. Ia dijadikan tersangka, termasuk istrinya Lily Martiani Maddari. Tersangka lainnya adalah Bendahara DPD Partai Golkar Rico Dian Sari, dan dan Direktur Utama PT SMS dengan inisial JHW.

#3. Bupati dan Wali Kota. Setidakny a ada empat bupati dan empat wali kota yang diciduk KPK pada 2017, yakni:

*Rita Widyasari. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) KPK ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK. Ia dituduh menerima suap Rp 1,5 miliar terkait pemberian izin lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di desa Kupang Baru, Muara Kaman kepada PT Sawit Golden Prima.

*Tubagus Imam Ariyadi. KPK menetapkan wali kota Cilegon ini sebagai tersagka menerima suap Rp 1,5 miliar untuk memuluskan perizinan pembangunan Transmart di Kota Cilegon.

*Eddy Rumpoko. Wali kota Batu ini tertangkap tangan oleh KPK. Ia diduga terkait suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Batu tahun anggaran 2017.

*Arya Zulkarnain. Bupati Batubara, Sumatera Utara., ditangkap tangan oleh KPKsaat menerima suap dari pengerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara. Ditangkap juga Kepala Dinas PUPR Batubara Helman Herdady, Sujendi Tarsono (swasta), Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar (kontraktor).

*Siti Mashita. Wali Kota Tegal juga dalam kasus tertangkap tangan oleh KPK. Kasusnya adalah suap terkait pengelolaan dana jasa kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah dan pengadaan barang jasa di lingkungan Pemerintahan Kota Tegal tahun anggaran 2017.

*Achmad Syafii. Bupati Pamekasan ini juga terbelit dalam perkara tangkap tangan oleh KPK. Ia ditangkap bersama Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudy Indra Prasetya, terkait dalam kasus penyalahgunaan dana Desa Dassok yang ditangani Kejari Pamekasan.

*Taufiqurrahman. Bupati Nganjuk ini ‎menerima suap melalui sejumlah orang kepercayaannya terkait perekrutan dan pengelolaan pegawai negeri di lingkungan Pemkab Nganjuk.

*Masud Yunus. Wali kota Mojokerto ini ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasaan Anggaran Pendapatan Belanj a Daerah (APBD) Mojokerto Tahun Anggaran 2017.


Sumber: BeritaSatu.com ARTIKEL TERKAIT
  • Peningkatan Dana Parpol‎ Diharapkan Mampu Bangun Integritas Politikus
  • KPK Cegah Legislator Senayan Terkait Kasus Suap Bakamla
  • Boediono Dicecar KPK soal ‎Jabatannya Sebagai Menkeu
  • Novanto Soroti Kerugian Negara daripada Nama Politisi Hilang
  • Mantan Wapres Boediono Diperiksa KPK
  • Ketua KPK Pastikan Tetap Usut Nama Politikus Penerima Aliran Dana E-KTP
  • 1 Menuju Jabar-1 2 Bahaya Difteri 3 Natal dan Tahun Baru 2018 4 Airlangga Pimpin Golkar 5 Kontroversi Yerusalem
    • Bos Huawei Ditangkap
    • Mantan Wapres Boediono Diperiksa KPK
    • Vicky Prasetyo Akan Nikahi Janda Rhoma Irama
    • Aparat Hukum Diminta Awasi Ketat Operasional Huawei Indonesia
    • Ketua KPK Pastikan Tetap Usut Nama Politikus Penerima Aliran Dana E-KTP
    • Jawara Ponsel Pintar dengan Daya Tahan Baterai Terbaik
    • Deddy Mizwar Cagub, Dedi Mulyadi Cawagub?
    • Ini Alasan WhatsApp Hentikan Dukungan ke Platform Lama
    • Bukan Mainan, Inilah 5 Ponsel Terkecil di Dunia
    • Iran Nyatakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina
Sumber: Google News | Warta 24 Kutai Kartanegara

Tidak ada komentar