Gara-Gara Ini, Pedagang Madu Asli Merugi - Warta 24 Kalimantan Timur
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Gara-Gara Ini, Pedagang Madu Asli Merugi

Gara-Gara Ini, Pedagang Madu Asli Merugi

PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POSTKALTARA POS …

Gara-Gara Ini, Pedagang Madu Asli Merugi

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: SABTU
30 DESEMBER UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 29 Desember 2017 00:03 Gara-Gara Ini, Pedagang Madu Asli Merugi

Imbas Pengungkapan Praktik Pengolahan Madu Palsu di Rinding

KENA IMBAS: Anwar menyiapkan madu yang akan dijualnya. Sejak terungkapnya praktik pembuatan madu palsu, Anwar mengaku penjualan madu asli olahannya menurun sangat drastis.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB â€" Terungkapnya praktik pengolahan dan penjualan madu palsu oleh masyarakat Rinding, Teluk Bayur, beberapa waktu lalu, memberi dampak negatif bagi para pedagang madu di Bumi Batiwakkal.

Sebab, peredaran madu palsu yang merugikan masyarakat, minimnya pengetahuan masyarakat untuk membedakan madu asli dan palsu, membuat omzet penjualan madu para pedagang di Berau menurun drastis.

Mewakili pedagang madu, Anwar mengaku jika madu hutan olahannya yang diambilnya dari sarang di pohon manggeris, hanya menumpuk di rumahnya, Jalan Mangga III, Tanjung Redeb. Penyebabnya, klaim Anwar, masyarakat kini tak percaya jika madu yang diperdagangkan adalah madu asli yang diambilnya dari hutan.

“Karena kemarin ditemukan ada penjual madu palsu, jadi kami yang menjual madu asli ini ikut terkena imbasnya, banyak masyarakat yang tidak percaya d engan madu yang saya jual,” katanya kepada Berau Post kemarin (28/12).

Diperkirakannya, ada sekitar 1 ton lebih madu yang telah diolahnya dalam kemasan jeriken, hanya menumpuk karena tak laku terjual. Anwar juga terus berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar dapat membedakan madu asli dan palsu, saat berkeliling kota menjual madu.

Dia menyarankan, jika masyarakat ragu saat membeli madu, lebih baik langsung mencobanya dan mencium aromanya. Dikatakan, madu asli memiliki tekstur yang kental. Agar lebih meyakinkan, coba dengan mencampur madu dengan air di dalam gelas. Jika madu asli akan turun ke bawah dan tak bercampur air yang dituang bersamaan di dalam gelas.

“Rasa madu asli juga sangat berbeda dengan madu palsu. Makanya masyarakat juga harus berhati-hati dalam membeli madu,” imbuhnya.

Anwar dan pedagang madu lainnya, sangat mengapresiasi kinerja aparat kepolisian yang mampu membongkar praktik madu palsu di Berau. Sekaligus berharap tak ada lagi madu palsu yang beredar, karena sangat merugikan masyarakat dan pedagang madu asli sepertinya. “Semoga saja tidak ada lagi penjual madu palsu, karena sangat merugikan kita sebagai penjual madu asli. Gara-gara itu, madu kami yang seharusnya bisa laku beberapa botol dalam satu hari, saat ini justru berkurang sangat banyak pembelinya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ani (43), warga Jalan Marsma Iswahyudi, Kelurahan Rinding, terpaksa berurusan dengan pihak berwajib. Hal itu setelah dirinya kedapatan membuat dan menjual madu palsu.

Dikatakan Kapolsek Teluk Bayur AKP Suradi didampingi Kanit Reskrim Aiptu Suwarno, praktik pembuatan madu palsu oleh Ani terungkap sejak 15 Desember lalu. Pihaknya, melakukan penggerebekan dan menyita semua bahan maupun peralatan yang digunakan untuk membuat madu di rumah pelaku.

Terungkapnya praktik ini, berdasarkan laporan yang diterima petugas dari warga, karena mencurigai madu yang diolah Ani adalah palsu. Saat dilakuk an penggerebekan di rumah Ani, petugas benar-benar mendapatkan madu olahan, dengan bahan-bahan seperti gula dan perasa makanan. Tapi, kata Suradi, petugas sama sekali tidak menemukan adanya madu yang benar-benar asli.

“Ada 69 botol ukuran 600 mililiter setiap botolnya dan 1 ember berisi sekitar 60 liter cairan seperti madu. Kalau rasa dan baunya jelas tak seperti madu,” terangnya.

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), pembuatan dan penjualan madu palsu ini sudah dilakukan selama 8 bulan terakhir. Dia mengetahui cara pembuatan saat pernah tinggal di Kota Samarinda, Kaltim. Karena terdesak kebutuhan ekonomi, perbuatan tersebut terpaksa dilakukannya. Bahkan Ani, juga mengetahui tindakannya itu salah.

“Kalau klaimnya dia baru 8 bulan, tapi kami tidak tahu apakah sudah lama atau tidak. Yang jelas dia sudah mengakui perbuatannya dan kami proses hukum,” ujarnya.

Atas perbuatannya, Ani ditetapkan menjadi tersangka. Meski belum ditahan, kini dia waji b lapor ke Mapolsek Teluk Bayur. Dia terancam dijerat Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen atau Pasal 136 Jo Pasal 75 UU RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan atau Pasal 197 Jo Pasal 106 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan pidana penjara 5 tahun. (*/sin/udi)

loading...
BERITA TERKAIT
  • Serangan Kera Terus Terjadi
  • Hujan Mengguyur hingga Februari
  • Jaga Kondusifitas Malam Pergantian Tahun
  • THM Diminta Libur Tiga Hari
  • BBM Satu Harga Sasar Wilayah Terpencil
  • Telkom Berau Tak Berlakukan Tarif Murah
  • APMS Talisayan Ikut Terlibat
  • Oknum APMS Diduga Ikut Bermain
  • Getaran Tak Sampai Perkotaan, Gempa 3,9 SR di Pesisir Biatan
  • Ada Sembilan Bekas Galian, BJU Sebut Hutan Tangap Digarap Perusahaan asal Balikpapan

BACA JUGA

Jumat, 29 Desember 2017 00:02

Rela Kelaparan, Gelap-gelapan Rawat Pasien

Krisis listrik hingga minimnya peralatan medis, seperti memberi sambutan kala Sartina mengemban tugas… Kamis, 28 Desember 2017 15:19

Mesin 1x10 Tiba, Aksesori Masih Tertinggal

TANJUNG REDEB â€" Warga Berau khususnya di wilayah Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk… Kamis, 28 Desember 2017 15:18

Rujuk Pasien dengan Perahu, Ciptakan Perubahan

Meski bertugas di tanah kelahiran sendiri yaitu di Kampung Long Ayap, Kecamatan Segah, wanita bernama… Rabu, 27 Desember 2017 11:34

Dapil Satu Bisa Kurang Satu

TANJUNG REDEB â€" Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau kembali mengundang perwakilan seluruh partai… Rabu, 27 Desember 2017 11:31

Bongkar Praktik Madu Palsu

TANJUNG REDEB â€" Ani (43), warga Jalan Marsma Iswahyudi, Kelurahan Rinding, terpaksa berurusan… Rabu, 27 Desember 2017 11:17

Sempat “Minggat”, Tunggu Payung Hukum Penggunaan Hiperbarik

Bukan hal yang tidak seorang perawat tapi punya banyak keterampilan. Itu yang dibuktikan oleh seorang… Selasa, 26 Desember 2017 11:09

Pelanggan Besar Diminta Gunakan Genset

TANJUNG REDEB â€" Pelanggan besar listrik dari PT PLN Area Berau, seperti perkantoran, hotel, restoran… Selasa, 26 Desember 2017 00:09

Maknai Natal dengan Kaba rkan Sukacita

TANJUNG REDEB â€" Sukacita Natal kembali terlihat di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat… Selasa, 26 Desember 2017 00:08

Didominasi Kasus Perlindungan Anak

TANJUG REDEB - Sebanyak 27 narapidana (napi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb,… Selasa, 26 Desember 2017 00:06

Kejar Tahun Depan

TANJUNG REDEB â€" Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Maratua, dipastikan tak akan terwujud… Pengganti Kalstar Tak Kunjung Terbang Pelanggan Besar Diminta Gunakan Genset Gagas Sekolah Alam di Berau DERAWAN RAMAI..!! Prediksi Pengunjung Capai 200 Ribu Jiwa Laminyo Bisa Lolos dari Jeratan Hukum Didominasi Kasus Perlindungan Anak Tak Dapat Kucuran Dana APBD Bertambah, ADK Ber kurang Maknai Natal dengan Kabarkan Sukacita Hujan Mengguyur hingga Februari
  • TEGA !!! Ajak ke Rumah Teman, DS “Dieksekusi” di Kamar
  • Berapa Sih Harga Kita?
  • Masyarakat Diminta Tetap Jaga Kebersihan
  • Sementara, 460 Atlet Lolos Porpro v 2018
  • Bonus Atlet Hanya Angin Lalu
  • Ciptakan Regenerasi Pebasket Andal
  • Punya Peran Penting dalam Pembangunan
  • Perkokoh Persaudaraan, Promosi Pariwisata
  • Polisi Masih Lakukan Penyidikan
  • Jalan di Talisayan Kian Berbahaya
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Warta 24 Berau

Tidak ada komentar