Ekonomi Masih Tertekan - Warta 24 Kalimantan Timur
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Ekonomi Masih Tertekan

Ekonomi Masih Tertekan

PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POSTKALTARA POS PRO KALSEL�������…

Ekonomi Masih Tertekan

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: SABTU
30 DESEMBER UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 30 Desember 2017 12:53 Ekonomi Masih Tertekan

Batu Bara Memberi Harapan, Tingkat Konsumsi Masyarakat Membaik

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB â€" Tahun ini dilalui para pelaku ekonomi dengan cukup melelahk an. Meski tertolong dengan membaiknya harga batu bara acuan sebagai komoditas terbesar penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), namun dampaknya masih belum dapat dirasakan.
Membaiknya harga batu bara oleh sejumlah pelaku ekonomi tidak bisa dirasakan langsung. Terutama kepada perputaran roda perekonomian. Sebab, untuk bisa membuat laju ekonomi kembali normal seperti 10 tahun lalu, ketika “emas hitam” mencapai masa jayanya, membutuhkan proses lama. Para pengusaha sektor pertambangan batu bara dinilai, belum terlalu berani mengambil risiko besar.
Namun, prospeknya mulai terlihat. Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Indonesia HM Al Hamid, melihatnya dengan semakin banyak perusahaan pada sektor pertambangan batu bara melakukan perekrutan tenaga kerja. Hal itu, merupakan langkah awal dari dampak kenaikan harga batu bara acuan (HBA).
Indikasinya terang Hamid -sapaan akrabnya- adalah dengan memerhatikan pekerja pada perusahaan. Dengan semakin banyak tenaga kerja yang di serap, maka perusahaan tentu akan meningkatkan target produksinya.
“Rodanya itu cukup besar. Indikasinya dilihat dari para pekerja. Apakah banyak pengangguran atau tidak? Kalau sekarang, pekerja sudah mulai bisa bernapas lega karena perusahaan semakin lebar membuka peluang. Tapi itu pun juga masih dilakukan dengan kehati-hatian. Jadi dampak dari perputaran ekonominya pun masih belum terasa,” ucapnya.
Ya, pascapenurunan harga batu bara, perekonomian di Berau pun kian jatuh. Untuk mencoba bangkit tentu tidak bisa dilakukan seketika. Dibutuhkan kesabaran. Pun pada 2017 ini, ketika harga emas hitam itu mulai membaik. Kebangkitannya pun belum bisa dirasakan.
Hal itu terlihat dari rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) Berau di mana, pertumbuhan ekonomi pada 2016 minus 1,07 persen. Sementara, untuk pertumbuhan ekonomi tahun ini masih dalam tahap pendataan.
Terjadinya kontraksi itu mulai terlihat sejak 2012 hingga 2015 silam. Di mana laju pertumbuhan ekonomi berada di a ngka positif lalu jatuh, hingga akhirnya minus. Pengaruh utamanya karena menurunnya harga batu bara sebagai sumber PDRB terbesar. Meskipun sektor lain pertumbuhannya terlihat stabil, seperti sektor pertanian.
Kepala BPS Berau, Hotbel Purba menjelaskan, penurunan ekonomi terjadi secara menyeluruh di Bumi Etam -sebutan Provinsi Kaltim. “Secara umum di Kaltim dalam dua tahun terakhir laju ekonomi memang mengalami perlambatan,” terang Hotbel.
Melambatnya pertumbuhan ekonomi di Berau, lanjut dia, dihitung berdasarkan indikator-indikator. Meski demikian, dia tak menyebut secara rinci indikator yang dimaksud. “Intinya lambat bukan berarti tidak tumbuh. Tetap tumbuh, tapi tidak selaju tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.
Meski laju pertumbuhan ekonomi menurun. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Berau pada 2016 berada di angka 73,05, salah satu tertinggi di Kaltim. Lebih lanjut, Hotbel Purba membeberkan, dalam perhitungan IPM Kabupaten Berau terus mengalami peningkatan. Dari 2010 IPM Berau berada di angka 69,16, 2011 naik 70,43 dan pada 2015 berada di angka 72,72.
Menurutnya, IPM dapat menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. IPM merupakan indikator penting dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM merupakan informasi strategis karena selain sebagai ukuran kinerja pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu indikator penentuan dana alokasi umum (DAU).
“Namun seperti yang disampaikan bapak Bupati pada Hari Jadi Berau, kondisi pertambangan batu bara tahun ini mengalami peningkatan dan diharapkan berdampak pada peningkatan ekonomi Berau, dan peningkatan sektor lain,” ungkapnya.
Hotbel juga memaparkan indikator-indikator kemiskinan. Persentasi penduduk miskin tahun 2016 sebesar 5,37 persen, indeks kedalaman kemiskinan (P1) sebesar 0,97. Serta indeks keparahan kemiskinan (P2) sebesar 0,23 persen. Di mana, ketimpangan rata-rata pengeluaran antara penduduk miskin Kabupaten Berau tahun 2016 dibanding dengan tahun 2015 semakin kecil.
Hal itu turut dipengaruhi dari tingkat konsumsi masyarakat yang perlahan membaik. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah, Tanjung Redeb, Muhammad Bayu menjelaskan, jika pada dua tahun sebelumnya, setelah kejatuhan harga batu bara terjadi, masyarakat cenderung mengerem belanjanya. Kini, setelah perlahan membaik, masyarakat mulai pelan-pelan berani membelanjakan uangnya. Meski, polanya ikut berubah. Penyebabnya dikarenakan penetrasi pasar bebas yang meluas. Belum lagi pengaruh inflasi yang turut memengaruhi fluktuasi pasar.
Sebab, menurut pengamat ekonomi tersebut, inflasi berperan pada ketentuan kebutuhan hidup layak (KHL) yang menjadi acuan penentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Semakin rendah inflasi, akan membuat harga di pasaran turun.
Terlebih UMK Berau 2017, Rp 2,65 juta terangnya sudah sangat besar. Belum lagi pada 2018 yang akan berada di angka Rp 2,8 jut a. Hal itu terangnya, akan mendorong konsumsi dan permintaan dari masyarakat. “Dampak positifnya, tingkat konsumsi masyarakat akan membaik dan memengaruhi sektor lainnya,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Dia mengakui jika bisnis “emas hitam” sedang bangkit. Tapi bangkit bukan berarti jaya seperti dulu. Perlu ada perhatian khusus untuk bisa bertahan dari kondisi ekonomi yang sulit ini. Apalagi, di tengah kondisi ekonomi nasional yang tidak menentu saat ini. Pengusaha ujarnya, sedang memikirkan strategi untuk bisa mempertahankan bisnisnya.
Terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau Fitrial Noor menjelaskan, ekonomi tahun ini dengan 2016 tidak jauh berbeda. Meski cenderung membaik dan memberi harapan kepada pengusaha.
Hal itu ujarnya, tidak hanya terjadi pada sektor pertambangan yang tumbuh 61 persen. Sayangnya, sektor lain terangnya, pertumbuhannya tidak terlalu signifikan dan cenderung stagnan seperti perkebunan, pertanian dan perikanan.
Namun, pri a yang karib disapa Pipit ini memberi perhatian khusus pada sektor pariwisata. Di mana semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Berau.
“Khusus pariwisata, di tahun ini harus kita berikan apresiasi karena dengan banyaknya terobosan-terobosan pemerintah daerah, pertumbuhannya menjadi meningkat,” terangnya.
Peningkatan infrastruktur ujar Pipit menjadi penyebabnya. Para turis kini lebih mudah mengakses objek-objek wisata di Kabupaten Berau. Hal itu membuat operator pariwisata seperti agen perjalanan, kian bersaing untuk memberikan pelayanan terbaik. “Ditambah dengan semakin banyaknya operator pariwisata serta fasilitas akomodasi yang mulai beroperasi di Pulau Maratua maupun di Kecamatan Bidukbiduk,” tuturnya.
Namun, berdasarkan catatannya dari segi ekonomi mikro adalah panjangnya arus transportasi di Berau. Faktor transportasi ujarnya memberikan efek yang tidak kecil terhadap arus barang. “Sehingga jika ongkos transportasi meningkat, tentu akan berpengaruh terh adap meningkatnya harga komoditi di pasaran. Saya harap persoalan harga barang yang mahal ini bisa diselesaikan bersama-sama,” pungkasnya. (rio/udi)

loading...
BERITA TERKAIT
  • Kejar Mimpi Jadi Lumbung Padi Berau
  • Petani Berharap Harga Lada Membaik
  • Mudah “Dimainkan”, Investasi Cabai Menjanjikan
  • Jagung Mulai Diburu
  • Beras dan Gula Bisa Murah
  • Bentuk Tim Operasi Pasar
  • Prospek Besar, Harus Digarap Serius
  • Siapkan Pabrik Pengolahan, Rangkul Seluruh Kelompok Tani
  • Cari yang Lebih Ekonomis
  • Harga Telur, Ayam dan Cabai Merangkak Naik

BACA JUGA

Sabtu, 23 Desember 2017 00:16

Gerakkan Perekonomian yang Berkelanjutan

TANJUNG REDEB â€" Program Karbon Hutan Berau (PKHB) sudah memasuki fase implementasi… Ming gu, 17 Desember 2017 00:09

Sudah Sepekan Semen “Hilang”

TANJUNG REDEB â€" Stok semen kembali mengalami kekosongan di beberapa toko bangunan yang ada di… Sabtu, 16 Desember 2017 13:13

Pastikan Gas Melon Tepat Sasaran

TANJUNG REDEB â€" Masyarakat Berau sempat kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram (Kg) karena… Sabtu, 16 Desember 2017 13:10

Pasokan di Tembudan Kosong

TALISAYAN - Gas elpiji tiga kilogram (kg) saat ini pasokannya kurang dari pasaran di Kampung Tembudan,… Jumat, 15 Desember 2017 00:30

Sektor Perikanan Kian Seksi

TALISAYAN â€" Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Talisayan, tengah melirik sektor perikanan untuk… Jum at, 15 Desember 2017 00:28

Sektor Pertanian Menggeliat di Kampung Tasuk

GUNUNG TABUR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pertanian terus mengupayakan peningkatkan… Rabu, 13 Desember 2017 00:14

Pengusaha Menolak Kebijakan Pemkab

TALISAYAN â€" Penarikan pajak sarang burung walet yang tengah gencar dilakukan Pemkab Berau, mendapat… Kamis, 07 Desember 2017 11:10

Petani Jagung Ambil Kesempatan

TALISAYAN - Mengantisipasi besarnya permintaan terhadap komoditas jagung manis pada acara pergantian… Senin, 04 Desember 2017 11:14

Petani Lada Kembali Pusing

BATU PUTIH â€" Memasuki pengujung 2017, harga komoditas lada di wilayah Kecamatan Batu Putih kian… Senin, 04 Desember 2017 11:10

Butuh Pelabuhan Ekspor untuk Menarik Investor

TANJUNG REDEB - Pelemahan ekonomi juga dirasakan terjadi di Bumi Batiwakkal. Untuk itu, Pemkab Berau… Jagung Mulai Diburu Gerakkan Perekonomian yang Berkelanjutan Beras dan Gula Bisa Murah
  • Petaka Satu Gol, Berau Marine FC 1-0 Mahkota Saturut FC
  • Dapat Komposisi Terbaik, PSSI Turunkan 20 Pemain untuk Pra-Porprov
  • Kasman Dikabarkan Meninggal
  • Kejar Mimpi Jadi Lumbung Padi Berau
  • Petani Berharap Harga Lada Membaik
  • Gelar Lomba untuk Ibu-Ibu
  • Dinkes Petakan Kawasan Rawan DBD
  • 12 Paket Gagal Lelang
  • Kesadaran Masyarakat bisa Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
  • Ekonomi Masih Tertekan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Warta 24 Berau

Tidak ada komentar