DPRD Kutim Susun Raperda Perijinan dan Usaha Sarang Burung ... - Warta 24 Kalimantan Timur
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

DPRD Kutim Susun Raperda Perijinan dan Usaha Sarang Burung ...

DPRD Kutim Susun Raperda Perijinan dan Usaha Sarang Burung ...

Berita Rekomendasi DPRD Kutim Susun Raperda Perijinan dan Usaha Sarang Burung WaletKamis, 14 Desember 2017 Jam: 20:34:55 WIBSidang Paripurna ke-49 dan 50 DPRD Kutai Ti…

DPRD Kutim Susun Raperda Perijinan dan Usaha Sarang Burung ...

Berita Rekomendasi

DPRD Kutim Susun Raperda Perijinan dan Usaha Sarang Burung Walet

Kamis, 14 Desember 2017 Jam: 20:34:55 WIBDPRD Kutim Susun Raperda Perijinan dan Usaha Sarang Burung WaletSidang Paripurna ke-49 dan 50 DPRD Kutai Timur Tahun 2017. (Foto; sukri)

KLIKSANGATTA.COM -Rapat Paripurna ke-49 dan 50 DPRD Kutai Timur Tahun 2017 digelar dengan agenda penandatanganan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2018 dan pembacaan Nota Pengantar Raperda inisiatif dewan tentang Perijinan, Penataan,dan Pengusahaan Sarang Burung Walet Pemerintah Kabupaten Kutim.

Sidang dipimpin Wakil Ketua DPRD Yulianus didampingi Wakil Ketua DPRD Kutim Hj. Encek UR Firgasih,SH dan hadir perwakilan dari pemerintah Rupiansyah. Selain itu dihadiri 24 anggota DPRD beserta Organisasi Perangkat daerah.

Dalam sidang paripurna Sekertaris Dewan(Sekwan) DPRD Suroto mengatakan bahwa peternakan merupakan pertumbuhan baru yang dapat dikembangkan melihat kondisi wilayah kutim yang memiliki potensi diantaranya terdiri atas rawa rawa,sawah,hutan,kebun dan waduk memungkinkan untuk hidup dan berkembang burung burung sriti dan walet.

"Ini merupakan diversifikasi usaha baru dalam pembangunan daerah dan perekonomian masyarakat,bahwa untuk menjaga kelestarian lingkungan dapat memberi ruang kepada masyarakat dalam mengelola dan mengusahakan sarang burung walet agar berwawasan lingkungan," ucap Suroto di atas podium.

Perlu dibentuk Perda tentang izin pengelolaan dan pengusahaan sarang burung walet,pengelolaan sumber daya alam untuk memperoleh manfaat yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat,maka pada prinsipnya semua sumber daya alam dapat dikelo la denga tetap memperhatikan sifat, karakteristik dan keutamaannya,serta tidak dibenarkan mengubah fungsi pokoknya yaitu fungsi konservasi,lindung dan produksi.

Oleh karena itu dalam pengelolaan sumber daya alam perlu dijaga keseimbangan ketiga fungsi tersebut. Potensi pengembangan budidaya sarang burung walet saat ini telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan bagi masyarakat.

Perubahan pola pembudidayaan yang pada awalnya hanya bersifat alami pada goa goa alam telah berubah menjadi pembudidayaan dalam skala besar yaitu pendirian rumah rumah walet . Pengelolaan dan pengusahaan sarang burung walet yang dilakukan baik secara alami maupun buatan diharapkan tetap menjaga kelestarian sumber daya alam dan melindungi satwa tersebut dari kepunahan.

Dalam rangka pelestarian habitat dan populasi burung walet serta untuk meningkatkan produktifitas sarang burung walet sehingga memberikan manfaat sebesar besarnya bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat serta sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah(PAD).

Maka pemerintah kabupaten kutai timur memandang perlu mengatur pengelolaan dan pengusahaan sarang burung walet dalam peraturan daerah.

Peraturan daerah ini mengatur mengenai kriteria lokasi,persyaratan dan cara memperoleh izin, masa berlaku izin dan hapusnya izin, kewajiban dan larangan bagi pemegang izin,pengelolaan dan pengusahaan sarang burung walet,pemanenan,pengangkutan,konservasi,pembinaan,pengawasan dan pengendalian.

“Inilah kami sampaikan nota pengantar rancangan peraturan daerah inisiatif DPRD Kutim tentang izin pengelolaan dan pengusahaan sarang burung walet kabupaten kutai timur. Secara prinsip konsepsi pengaturan mengenai perda inisiatif izin pengelolaan dan pengusahaan sarang burung walet kutai timur," ujarnya.

Adapun anggota dewan dalam Badan Pembentuk Perda ini antara lain, H.Mastur Djalal,SH selaku ketua, Iriansyah (wakil ketua), Hason Ali (anggota), Uce Prasetyo (anggota), H. Agiel Suwarno (anggota), David Rante (anggota), H.Kamsiah Rahman (anggota), Suroto ( sekretaris bukan anggota). (*)

Reporter : Sukriadi Editor : Andi Marta

Baca Juga

  • Ini Dia Kriteria Pengangkatan TK2D Jadi PNS Kutim
  • Beralih Kewenangan, Asti Perjuangkan Insentif Guru SMA Kutai Timur
  • DPRD Kutim Sahkan Perda OPD, Berikut 8 Dinas Baru di Pemkab Kutim
  • Inilah Rincian Lengkap 53 Organisasi Perangkat Daerah Pemkab Kutim
  • Mahyunadi Berang, Pengacara KPC Lontarkan Kata Kotor dalam Rapat

Sumber: Google News | Warta 24 Kutai Timur

Tidak ada komentar