Dishub: Ojek Online di Bontang Ilegal! - Warta 24 Kalimantan Timur
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Dishub: Ojek Online di Bontang Ilegal!

Dishub: Ojek Online di Bontang Ilegal!

Dishub: Ojek Online di Bontang Ilegal!Jumat, 29 Desember 2017 Jam: 06:19:33 WIBSukardi, Kepala Dishub Bontang saat ditemui di ruang kerjanya. (ALPIANA/KLIKBONTANG)
KLIKBONTANG.COM- Setelah n…

Dishub: Ojek Online di Bontang Ilegal!

Dishub: Ojek Online di Bontang Ilegal!

Jumat, 29 Desember 2017 Jam: 06:19:33 WIBDishub: Ojek Online di Bontang Ilegal!Sukardi, Kepala Dishub Bontang saat ditemui di ruang kerjanya. (ALPIANA/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM- Setelah narik satu penumpang di pagi hari, Subianto baru kembali ke pangkalan ojek di persimpangan Jalan Pupuk Raya alias jalan tembus, Kota Bontang, Kalimantan Timur pada jam tiga sore. Pria berusia 52 tahun ini menunggu hingga dua jam, tetapi penumpang tetap tak kunjung datang.

Hari ini profesi yang dijalani Subianto memang kudu lebih sabar. Kondisi ini tak seperti 7 tahun silam, kala masih banyak warga menggunakan jasa ojeknya. "Sudah ku rang peminat ojek Mas. Kalau ada itu biasanya ambil penumpang di malam saat penumpang bus dari Balikpapan datang," ucapnya sembari berbaring di kursi kayu pangkalan.

Ini belum lagi, kata Subianto ketika nanti adanya ojek berbasis online. Bisa saja dia bisa kalah persaingan. Perubahan dan dampak dari (inovasi) teknologi yang mengubah tabiat para pelanggan. Perubahan ini biasa disebut inovasi disrupsi: pembaharuan yang secara drastis mengubah pasar. (Disrupsi, secara harfiah dalam Kamus Bahasa Indonesia, artinya "tercerabut dari akar".)

"Beruntung Mas belum ada ojek online, seperti di Samarinda atau Balikpapan. Kalau ada bisa tambah sepi penumpang saya," katanya lagi.

Meski begitu, Subianto memang tak perlu khawatir. Sebab, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang mengaku belum ada satu pun pengajuan izin ojek berbasis daring atau online. "Belum ada yang ajukan izin sampai saat ini. Kalau ada yang beroperasi itu ilegal," tegas Kepala Dishub Bontang, Sukardi kepada klikbontang di ruang kerjanya, Kamis (28/12/2017).

Sukardi pun mengkhawatirkan, jika ada ojek daring, potensi gesekan dengan ojek konvensional atau mobil travel bisa saja terjadi. Ini jika mereka tak diajak diskusi soal pemberian izin ojek atau mobil daring. "Kalau pun ada yang mengajukan izin, kami perlu koordinasi dengan seluruh agen travel dan ojek konvensional. Jangan sampai ada gesekan," jelas Sukardi lagi.

Sukardi pun membeberkan prosedural izin ojek daring. Mulai dari kepemilikan Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai landasan apabila terjadi masalah, AD/ART diserahkan kepada Kepala Dishub kemudian dipertimbangkan.

Persyaratan lainnya setiap anggota harus menunjukan domisili, KTP dan KK, menandakan bahwa mereka penduduk Bontang. Diutamakan warga Bontang untuk meminimalisir pengangguran. selanjutanya Sukardi juga menginginkan Grab yang akan meminta rekomendasi menyiapkan inovasi yang berb eda dengan grab yang lain. Misalnya seragam Grab di Bontang berbeda dengan Grab nasional. (*)

Reporter : Alpiana Editor : Nur Aisyah

Baca Juga

  • Catat ! Operasi Zebra Kota Bontang Target 600 Tilang
  • Bocah asal Bontang Ini jadi Penghafal Alquran Termuda di MHQ 2017
  • BCC Siap Digelar 5 November, Tema dan Rute Sudah Disiapkan
  • Dewan Kecewa Petugas RSUD Bontang Bekerja sambil Main Ponsel
  • Dibuka Hari Ini, Ratusan Stan Ramaikan Bontang City Expo

Sumber: Google News | Warta 24 Bontang

Tidak ada komentar