Darurat, Sekprov Instruksikan DPUPR Bertindak
PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POSTKALTARA POS …
- PROKAL.co
- PROKAL NEWS
- PRO KALTIM
- KALTIM POST
- BALIKPAPAN POS
- SAMARINDA POS
- BONTANG POST
- BERAU POST
- PRO KALTARA
- RADAR TARAKAN
- BULUNGAN POST
- KALTARA POS
- PRO KALSEL
- RADAR BANJARMASIN
- PRO KALTENG
- KALTENG POS
- RADAR SAMPIT
- PRO KALBAR
- BalikpapanTV
- SamarindaTV
- KPFMBalikpapan
- KPFMSamarinda
- Indeks Berita
10 DESEMBER UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
UTAMA< /h4> Minggu, 10 Desember 2017 12:01 Darurat, Sekprov Instruksikan DPUPR Bertindak Penanganan Jembatan Sei Lempake yang Rusak
BANGUN LAGI: Jembatan Sei Lempake perlu penanganan secara permanen, karena dikhawatirkan akses tiga kecamatan di pesisir ini bisa putus.
PROKAL.CO, TANJUNG REDEB â" Jembatan Sei Lempake atau yang biasa disebut Sei Slengkop di Kecamatan Biatan, kian memprihatinkan. Pasalnya, ada beberapa bagian jembatan yang patah dan perlu penanganan secara permanen.
Bupati Berau Muharram, menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk melakukan pengamatan dan melaporkannya kepada DPUPR Provinsi Kaltim.
Ditanya mengenai instruksi bupati, Sekretaris DPUPR Berau Rahmad, mengaku belum mendapatkan kabar soal itu. âSaya kebetulan lagi di luar daerah antar istri berobat. Soal instruksi saya belum tau, bahkan dari staf di kantor juga belum ada laporan,â terangnya kepada Berau Post melalui sambungan telepon, Sabtu (9/12) malam.
Ditegaskan Rahmad, jembatan merupakan kewenangan dari DPUPR Kaltim untuk membenahinya, dan pihaknya hanya membantu untuk koordinasi.
âSaat kejadian (jembatan berlub ang) yang saya hubungi kepala UPTD DPUPR dan sekretaris Provinsi Kaltim, dan langsung ditindaklanjuti,â tuturnya.
Penanganan yang dilakukan UPTD DPUPR ketika itu, sebut Rahmad, hanya pada bagian yang berlubang dibongkar, kemudian diganti penahan besinya kemudian ditimbun kembali.
âTapi itu memang penanganan sementara agar jembatan bisa dilalui, harapan kami ada perbaikan permanen,â ujarnya.
Dikonfirmasi soal penanganan secara permanen Jembatan Sei Lempake, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Rusmadi Wongso, justru sempat menanyakan apakah perbaikan sementara dilakukan atau tidak oleh DPUPR Kaltim.
âBukannya sudah dilakukan perbaikan? Kalau secara permanen sebentar saya hubungi kepala dinasnya (DPUPR),â kata Rusmadi kepada Berau Post.
Mendapatkan informasi jika ada beberapa besi penopang di bagian bawah jembatan ada yang patah, Rusmadi terkejut dan akan segera menginstruksikan DPUPR Kaltim untuk mengambil tindakan.
âKalau begitu ini darurat dan bahaya untuk pengendara, apalagi akses tiga kecamatan. Segera saya minta penanganan darurat ini,â tegasnya.
Guna memastikan kondisi Jembatan Sei Lempake atau yang biasa disebut Jembatan Sei Slengkop, Kecamatan Biatan, Bupati Berau Muharram menginstruksikan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau segera melakukan pengamatan.
Hal itu untuk menyikapi kekhawatiran para pengguna jembatan, terlebih setelah ditemukannya beberapa besi penopang badan jalan di bagian bawah jembatan yang patah. âSegera akan saya tugaskan DPUPR mencermati kondisi jembatan tersebut,â ungkapnya saat diwawancara Berau Post, kemarin (8/12).
Namun ditegaskannya, Pemkab Berau tidak bisa berbuat banyak dalam penaganan jembatan tersebut karena kewenangannya berada di Pemerintah Provinsi Kaltim. âHasil pengamatan DPUPR nanti yang akan kita sampaikan ke provinsi supaya segera ditindaklanjuti,â ujarnya.
Terkait usulan warga untuk membata si kendaraan yang melintas, menurut Muharram akan ditentukan setelah DPUPR melakukan pengamatan jembatan tersebut. âItu juga akan dijadikan dasar untuk menginstruksikan agar beban setiap kendaraan tidak terlalu berlebihan saat melintasinya,â pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kekhawatiran akan ambruknya Jembatan Sei Lempake masih menghantui pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan Berau Post, walau dari atas kondisi jembatan sudah terlihat baik, namun tidak di bagian bawah jembatan. Beberapa besi bagian bawah jembatan sudah tampak patah.
Salah seorang pengguna jalan Arman, yang ditemui wartawan mengaku merasa cemas ketika melintas di jembatan itu, terlebih saat beriringan dengan truk bermuatan.
âNgeri kalau melintas. Makanya kalau ada truk angkutan, saya bergegas mendahului truk itu. Takut ambruk jembatannya. Apalagi lantai jembatannya sudah tiga kali ambles,â katanya, Selasa (5/12) lalu.
Menurutnya, tingginya intensitas curah hujan b ukan penyebab utama kerusakan jembatan, tapi karena kendaraan pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) atau Crude Palm Oil (CPO) yang tidak sebanding dengan kekuatan jembatan.
âPakai logika aja. Jembatan hanya mampu dilintasi kendaraan dengan bobot maksimum 8 ton. Sementara, tiap harinya puluhan kendaraan sawit dengan bobot lebih dari itu banyak melintas. Apa enggak bonyok itu jembatan,â paparnya.(app2)
Dewan Sebut Perlu Pembangunan Jembatan Baru
KERUSAKAN yang terjadi pada Jembatan Sei Lempake di Kecamatan Biatan, harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Rudi P Mangungsong.
Itu mengingat jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan Ibu Kota Kabupaten Berau, yakni Kecamatan Tanjung Redeb dengan empat kecamatan yang ada di kawasan pesisir selatan Berau seperti halnya Kecamatan Talisayan, Batu Putih dan Bidu kbiduk.
Untuk mendesak agar Pemprov segera mengambil sikap memperbaiki itu, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini pun berencana mengajak anggota DPRD lainnya, khususnya di Komisi III yang membidangi infrastruktur untuk meninjau langsung jembatan itu, bersama dengan instansi terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
âDalam waktu dekat kami (Komisi III, Red.) akan ke sana bersama DPUPR melihat seberapa parah kerusakan yang terjadi. Selanjutnya kami akan perjuangkan ke Pemprov untuk penaganannya,â ungkapnya kepada Berau Post, kemarin (9/12).
Namun menurut Rudi, penanganan Jembatan Sei Lempake tidak bisa hanya sekadar melakukan peremajaan, tapi pembangunan jembatan baru. Itu karena fungsinya yang sudah tidak sama lagi dengan pembagunan awal jembatan.
âBisa jadi dulunya jembatan itu dibangun untuk dilewati mobil-mobil kecil. Namun seiring perkembangan di kawasan pesisir, kini jembatan itu dilint asi truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) maupun Tandan Buah Segar (TBS) makanya jembatan lebih cepat rusak,â ujarnya.
Untuk itu, dirinya juga mengharapkan kepada seluruh perusahaan sawit yang beroperasi di kawasan pesisir selatan Berau untuk bersama-sama menjaga jembatan tersebut. Salah satunya dengan mulai mengurangi beban kendaraan ketika hendak melintasi jembatan.
âItu kan untuk kepentingan dia juga, bayangkan saja ketika jembatan itu putus maka mereka juga yang akan rugi dan perekonomian masyarakat di sana juga akan ikut terganggu,â pungkasnya. (sam/app)
BERITA TERKAIT
- Bupati Instruksikan PU Segera Meninjau
- Siap Hibahkan Lahan Pembangunan BTS
- Perusahaan Perbaiki Kerusakan Jalan
- Kerangka Besi Bawah Jembatan Patah
- Berharap Penanganan Permanen Jembatan Sei Slengkop
- Manfaatkan Dana RT untuk Infrastruktur
- Jembatan Sei Lempake âDikeroyokâ Masyarakat
- Perjuangkan Perbaikan lewat APBD Perubahan
- Truk Kelapa Sawit Dituding Jadi Penyebab
- Jembatan Kampung Bumi Jaya-Tunggal Bumi Rapuh, Warga Takut untuk Melintas
BACA JUGA
Gara-Gara Utang Rp 1 Juta, Ok num Anggota TNI Bidukbiduk Pukul Warga
BIDUKBIDUK â" Tindakan tak pantas dilakukan oknum anggota TNI berinisial Sf dari Koramil 0902-11/Bidukbiduk.â¦Senang Mengabdi di Kampung Meski Fasilitas Terbatas
Bertugas di Pondok Bersalin Desa (Polindes) Kampung Tasuk Kecamatan Gunung Tabur, dianggap Yuanita sebaga iâ¦JPU Ajukan Tuntutan Mati
TANJUNG REDEB â" Perkara kasus pembunuhan H Samir oleh terdakwa Laminyo yang dibantu orang bayaranâ¦Habiskan 2 Ton Plastik untuk Satu Rumah Tipe 36
Terdorong rasa peduli terhadap kelestarian lingkungan, Sinung Hari Pratiwo, salah seorang dosen di Sekolahâ¦Tekan Kasus DBD, Pengasapan Sasar Sekolah
TANJUNG REDEB â" Kasus Demam Berdarah Dengue selalu menjadi perhatian serius Pemkab Berau setiapâ¦Ferdi Pilih Jalan Pintas
BERPENGALAMAN memimpin Kampung Suka Murya, Kecamatan Talisaya n, periode 2003-2009, membuat Ferdi masihâ¦Ijazah Palsu Coreng Dunia Pendidikan
MARAKNYA kasus ijazah paket palsu di Kabupaten Berau, membuat geram Bupati Berau Muharram. Apalagi kabarnya,â¦Penggunaan Ijazah Palsu Warnai Pemilihan Kepala Kampung
POLITIK memang kejam. Persaingan tak sehat antarcalon pemimpin hingga saling lapor ke jalur hukum, sudahâ¦Lanjutkan Pembangunan Masjid IKK Pulau Derawan
TANJUNG REDEB â" Kasus korupsi pembangunan masjid Ibu Kota Kecamatan (IKK) Pulau Derawan di Kampungâ¦Berkali-kali Gagal Akhirny a Jadi Juara Nasional
Terlahir dengan keterbatasan fisik, tidak membuat Megawati berkecil hati. Meskipun diakuinya, pernahâ¦- Berharap Emas dari Senior Putri
- Terapkan Standar Rekor Nasional
- Dapat Motivasi dari Pemain IBL
- Rehab Posyandu untuk Kenyamanan Warga
- Awasi Peredaran Miras
- Konsentrasi Sektor Pertanian
- Gara-Gara Utang R p 1 Juta, Oknum Anggota TNI Bidukbiduk Pukul Warga
- Senang Mengabdi di Kampung Meski Fasilitas Terbatas
- Darurat, Sekprov Instruksikan DPUPR Bertindak
- PBVSI Turunkan Skuad Terbaik
- HOME
- HOT NEWS
- NEWS UPDATE
- KOLOM
- RAGAM INFO
- INSPIRASI
- FEATURE
- OLAHRAGA
- EKONOMI
- KALIMANTAN TIMUR
- KALIMANTAN TENGAH
- KALIMANTAN SELATAN
- KALIMANTAN UTARA
- KALIMANTAN BARAT
- TENTANG KAMI
- KEBIJAKAN PRIVASI
- DISCLAIMER
- PEDOMAN MEDIA SIBER

Tidak ada komentar