Bisnis Hotel di Samarinda Masih Cerah, Ini Penyebabnya - Warta 24 Kalimantan Timur
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Bisnis Hotel di Samarinda Masih Cerah, Ini Penyebabnya

Bisnis Hotel di Samarinda Masih Cerah, Ini Penyebabnya

Bisnis Hotel di Samarinda Masih Cerah, Ini Penyebabnya Ketergantungan Kaltim terhadap komoditas sumber alam, membuat perekonomian provinsi ini mengalami pertumbuhan minusJum…

Bisnis Hotel di Samarinda Masih Cerah, Ini Penyebabnya

Bisnis Hotel di Samarinda Masih Cerah, Ini Penyebabnya

Ketergantungan Kaltim terhadap komoditas sumber alam, membuat perekonomian provinsi ini mengalami pertumbuhan minus

Bisnis Hotel di Samarinda Masih Cerah, Ini PenyebabnyaTribunkaltim.co/Nevrianto Hardi PrasetyoSalah satu sudut di Bandara Samarinda Baru. Keberadaan BSB diyakini membuat bisnis perhotelan di Samarinda masih cerah

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Peluang bisnis di Kota Tepian masih sangat prospektif. Termasuk bisnis perhotelan.

Kendati, beberapa tahun belakangan ini sektor jasa perhotelan sedang lesu. Hal ini diungkapkan Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kaltim, Zulkifli.

Bukti masih prospektifnya bisnis di Kota Samarinda terlihat dari masih banyaknya investasi raksasa yang masuk ke Ibu Kota Kaltim ini. “Hotel baru muncul. Bigmall masuk. Ada Sogo.

Dan investasi seperti itu tak akan masuk sembarangan tanpa riset. Jadi, jika Samarinda tak prospektif, tidak mungkin mereka masuk,” ujar Zulkifli.

Baca: Murah Banget, Sewa Rusunawa di Samarinda cuma Dibanderol Segini

Meski demikian, Zulkifli tak menampik saat ini bisnis perhotelan tak sesehat beberapa tahun silam. “Ya namanya investasi pasti hitungannya jangka panjang,” katanya lagi.

Berdasarkan data, lanjut Zulkifli, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel berbintang di Kaltim berada di kisaran 52-55 persen, sepanjang 2017.

Ketergantungan Kaltim terhadap komoditas sumber alam, membuat perekonomian provinsi ini mengalami pertumbuhan minus 2015-2016, akibat merosotnya harga komoditas, terutama batubara.

“Akhirnya bisnis perhote lan terkena dampak,” kata Zulkifli.

Baca: Buat yang Mau ke Tanah Suci, Bankaltimtara Segera Buka Tabungan Haji

Selain merosotnya harga komoditas, kelesuan bisnis hotel beberapa tahun belakangan ini juga disebabkan terus menurunnya anggaran pemerintah daerah. Sementara, kegiatan pemerintah menyumbang pendapatan yang tidak sedikit untuk perhotelan.

“Besar sekali pengaruhnya aktivitas pemerintah terhadap hotel di Kaltim. Bisa sampai 35-50 persen,” ujar Zulkifli.

Zulkifli juga meminta Pemkot Samarinda mengatur sebaran pertumbuhan hotel baru. Sehingga, tak hanya terpusat di satu titik kota.

“Samarinda inikan ada 10 kecamatan. Disebarlah hotel-hotel itu. Sehingga ada pemerataan. Di Samarinda Utara misalnya, kan pasti ada bandara nanti, tentu itu sangat prospektif,” tegas Zulkifli.

Penulis: Rafan Dwinanto Editor: Januar Alamijaya Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Ngotot Pilih Jalur Sendiri, Sopir Taksi Online Turunkan Wanita dan Ketiga Anaknya di Pinggir Jalan Sumber: Google News | Warta 24 Samarinda

Tidak ada komentar