Bisnis Hotel di Samarinda Masih Cerah, Ini Penyebabnya
Bisnis Hotel di Samarinda Masih Cerah, Ini Penyebabnya Ketergantungan Kaltim terhadap komoditas sumber alam, membuat perekonomian provinsi ini mengalami pertumbuhan minusJum…
Bisnis Hotel di Samarinda Masih Cerah, Ini Penyebabnya
Ketergantungan Kaltim terhadap komoditas sumber alam, membuat perekonomian provinsi ini mengalami pertumbuhan minus
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Peluang bisnis di Kota Tepian masih sangat prospektif. Termasuk bisnis perhotelan.
Kendati, beberapa tahun belakangan ini sektor jasa perhotelan sedang lesu. Hal ini diungkapkan Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kaltim, Zulkifli.
Bukti masih prospektifnya bisnis di Kota Samarinda terlihat dari masih banyaknya investasi raksasa yang masuk ke Ibu Kota Kaltim ini. âHotel baru muncul. Bigmall masuk. Ada Sogo.
Dan investasi seperti itu tak akan masuk sembarangan tanpa riset. Jadi, jika Samarinda tak prospektif, tidak mungkin mereka masuk,â ujar Zulkifli.
Baca: Murah Banget, Sewa Rusunawa di Samarinda cuma Dibanderol Segini
Meski demikian, Zulkifli tak menampik saat ini bisnis perhotelan tak sesehat beberapa tahun silam. âYa namanya investasi pasti hitungannya jangka panjang,â katanya lagi.
Berdasarkan data, lanjut Zulkifli, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel berbintang di Kaltim berada di kisaran 52-55 persen, sepanjang 2017.
Ketergantungan Kaltim terhadap komoditas sumber alam, membuat perekonomian provinsi ini mengalami pertumbuhan minus 2015-2016, akibat merosotnya harga komoditas, terutama batubara.
âAkhirnya bisnis perhote lan terkena dampak,â kata Zulkifli.
Baca: Buat yang Mau ke Tanah Suci, Bankaltimtara Segera Buka Tabungan Haji
Selain merosotnya harga komoditas, kelesuan bisnis hotel beberapa tahun belakangan ini juga disebabkan terus menurunnya anggaran pemerintah daerah. Sementara, kegiatan pemerintah menyumbang pendapatan yang tidak sedikit untuk perhotelan.
âBesar sekali pengaruhnya aktivitas pemerintah terhadap hotel di Kaltim. Bisa sampai 35-50 persen,â ujar Zulkifli.
Zulkifli juga meminta Pemkot Samarinda mengatur sebaran pertumbuhan hotel baru. Sehingga, tak hanya terpusat di satu titik kota.
âSamarinda inikan ada 10 kecamatan. Disebarlah hotel-hotel itu. Sehingga ada pemerataan. Di Samarinda Utara misalnya, kan pasti ada bandara nanti, tentu itu sangat prospektif,â tegas Zulkifli.

Tidak ada komentar