Bikin Bangga! Anak Petani Kacang Berhasil Raih IPK Tertinggi di ... - Warta 24 Kalimantan Timur
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Bikin Bangga! Anak Petani Kacang Berhasil Raih IPK Tertinggi di ...

Bikin Bangga! Anak Petani Kacang Berhasil Raih IPK Tertinggi di ...

Pendidikan Bikin Bangga! Anak Petani Kacang Berhasil Raih IPK Tertinggi di UWGM Samarinda Siapa sangka anak seorang petani bisa menjadi sarjana denga…

Bikin Bangga! Anak Petani Kacang Berhasil Raih IPK Tertinggi di ...

Pendidikan

Bikin Bangga! Anak Petani Kacang Berhasil Raih IPK Tertinggi di UWGM Samarinda

Siapa sangka anak seorang petani bisa menjadi sarjana dengan nilai tertinggi diantara wisudawan/wisudawati lainnya.

Bikin Bangga! Anak Petani Kacang Berhasil Raih IPK Tertinggi di UWGM SamarindaTRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGATrya Puji Lestari berfoto bersama Rektor Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Prof Abdul Rachim, serta keluarganya, Sabtu (9/12/2017).

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Siapa sangka anak seorang petani bisa menjadi sarjana dengan nilai tertinggi diantara wisu dawan/wisudawati lainnya.

Wanita asal Madiun, Jawa Timur kelahiran 9 Agustus 1992 ini tidak pernah menyangka, dirinya dapat lulus 3,8 tahun dengan IPK 3,84.

Angka ini yang tertinggi dibandingkan ratusan sarjana dari Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda, yang mengkuti proses wisuda ke-26, Sabtu (9/12/2017) pagi tadi.

"Saya merantau dari Madiun ke Samarinda, tidak ada keluarga. Selain kuliah saya juga sambil mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembinaan," tutur Trya Puji Lestari, Sabtu (9/12/2017).

Lulus dengan mengenyam sarjana pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dirinya pun tetap akan mengajar anak anak berkebutuhan khusus.

Baca: Lepas Ratusan Mahasiswanya, Rektor UWGM Tak Sanggup Menahan Tangis

"Karena saya sayang sama anak anak, saya peduli dengan anak disabilitas, jadi saya tetap akan mengajar di sana," ungkap anak ketiga dari tiga bersaudara itu.

Kendati dirinya berhasil lulus dengan nilai yang sangat memuaskan, namun momen tersebut tidak dapat dirasakanya secara utuh.

Pasalnya ayahnya, atas nama Simun (63), yang sehari-hari bekerja sebagai petani padi dan kacang, tidak dapat hadir dalam prosesi wisuda itu.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Christoper Desmawangga Editor: Trinilo Umardini Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Istri Labrak Suami yang Berduaan dengan Selingkuhan di Hotel, "Abang Tega, Aku Lagi Hamil Bang" Sumber: Google News | Warta 24 Samarinda

Tidak ada komentar