Anggaran Antisipasi Bencana Dipangkas Rp 2 Miliar - Warta 24 Kalimantan Timur
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Anggaran Antisipasi Bencana Dipangkas Rp 2 Miliar

Anggaran Antisipasi Bencana Dipangkas Rp 2 Miliar

Anggaran Antisipasi Bencana Dipangkas Rp 2 MiliarRabu, 06 Desember 2017 Jam: 15:05:31 WIBBanjir di Kelurahan Lawe Lawe Kecamatan Penajam, Oktober 2017 lalu.
KLIKBONTANG.COM- Angga…

Anggaran Antisipasi Bencana Dipangkas Rp 2 Miliar

Anggaran Antisipasi Bencana Dipangkas Rp 2 Miliar

Rabu, 06 Desember 2017 Jam: 15:05:31 WIBAnggaran Antisipasi Bencana Dipangkas Rp 2 MiliarBanjir di Kelurahan Lawe Lawe Kecamatan Penajam, Oktober 2017 lalu.

KLIKBONTANG.COM- Anggaran penanganan bencana di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dipangkas 50 persen. Semula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendapat jatah Rp 4 miliar, kini berkurang jadi Rp 2 miliar pada APBD 2018.

Akibat dari pemangkasan ini, BPBD PPU pun harus mengurangi kegiatan. Satu diantaranya, pembentukan desa tangguh bencana (destana) yang batal dibentuk di Kecamatan Penajam tahun depan. “Terpaksa ditiadakan dulu tahun depan karena masalah anggaran,” jelas Kepala Pelaksana BPBD PPU, Andi Dahrul kepada wartawan.

Sejatinya, pembentukan destana ini merupakan program yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di tiap desa, ada 30 relawan dilatih untuk penanganan bencana. Termasuk, dibekali alat pemadam api ringan (apar) jika terjadi kebakaran. Biaya bentuk destana sekira Rp 200 juta. Saat ini sudah tiga destana dibentuk, Desa Sumber Sari di Kecamatan Babulu dan Kelurahan Sepaku di Kecamatan Sepaku, dan Desa Apiapi di Kecamatan Waru.

Penanggulan bencana di empat kecamatan itu memerlukan dana hingga Rp 5 miliar. Apalagi memasuki musim hujan pada akhir tahun hingga awal 2018 mendatang. Empat kecamatan di PPU termasuk rawan banjir dan tanah longsor. Mulai Kecamatan Penajam, Waru, Babulu, hingga Sepaku. “Mudah-mudahan bisa berkurang (tahun 2018). Melalui kegiatan normalisasi sungai oleh Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) yang dilakukan di Waru, Sepaku, dan Penajam,” tuturnya.

Berdasar data Pusat Pengendalian Operasi Penanggul angan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD PPU ada 58 kali bencana terjadi hingga November 2017. Kecamatan Penajam mendominasi dengan 28 kali bencana, terbanyak ada kebakaran rumah atau permukiman 9 kali. Setelah Kecamatan Penajam, ada Sepaku dengan jumlah bencana 16 kali, terbanyak bencana banjir terjadi 14 kali. Lalu Kecamatan Babulu sebanyak 8 kali bencana dan Waru 6 kali.

Jumlah tersebut mengalami penurunan dari 2016, ada 77 kali bencana selama setahun. Kecamatan Penajam pun mendominasi dengan jumlah bencana terbanyak, 54 kali. Kebakaran lahan atau hutan menjadi penyumbang dominan, yakni 38 kali. Setelah itu, ada Kecamatan Sepaku dengan jumlah bencana 10 kali, Kecamatan Waru 7 kali, dan Kecamatan Babulu 6 kali. (*)

Reporter : Dwipradipta Editor : Qadlie Fachruddin

Baca Juga

  • Video Mesum Diduga Siswa SMA Samarinda Bikin Geger
  • Adang Pencuri, Mahasiswi di Samarinda Tewas Ditikam
  • Teror Pene mbak Misterius Hantui Geng Motor Samarinda
  • Awas Ada Buronan Polisi di Sekitar Anda, Kenali Wajahnya dengan Foto Ini
  • Model Asal Balikpapan Ini Alami Gangguan Mental dan Buta karena Lensa Mata

Sumber: Google News | Warta 24 Penajam Paser Utara

Tidak ada komentar