Akui Punya Dampak Positif, Disbudpar Minta Pengembangan ... - Warta 24 Kalimantan Timur
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Akui Punya Dampak Positif, Disbudpar Minta Pengembangan ...

Akui Punya Dampak Positif, Disbudpar Minta Pengembangan ...

PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POSTBALIKPAPAN POSSAMARINDA POSBONTANG POSTBERAU POST PRO KALTARA RADAR TARAKANBULUNGAN POS…

Akui Punya Dampak Positif, Disbudpar Minta Pengembangan ...

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: KAMIS
14 DESEMBER UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Rabu, 13 Desember 2017 00:13 Akui Punya Dampak Positif, Disbudpar Minta Pengembangan Kampung Nelayan Segera Dilaksanakan PERLU KESERIUSAN: Rencana mengubah permukiman nelayan kumuh di Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan, mendapat sambutan positif dari Disbudpar Berau.

PROKAL.CO, TALISAYAN â€" Rencana Pemerintah Kecamatan Talisayan mengubah kawasan permukiman nelayan yang kumuh menjadi objek wisata, mendapat dukungan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau Mappasikra Mappaseleng.

Ia bahkan meminta agar rencana tersebut segera direalisasikan. Menurutnya permukiman nelayan menjadi objek wisata memiliki potensi besar. “Kalau bisa hal itu dilakukan secepatnya. Karena saya berulang kali ke sana (Talisayan, Red.), permukiman nelayan memang prospek untuk dijual sebagai objek wisata,” kata Mappasikra kepada Berau Post, Selasa (12/12).

Hanya saja menurutnya, permukiman nelayan disulap menjadi objek wisata, tidak boleh mengubah wujud aslinya. Hanya diperbaiki dan dipercantik. Apalagi, kawasan permukiman nelayan menjadi cikal bakal lahirnya Kampung Talisayan.

Jadi, konsep maupun penataan nantinya harus dipersiapkan dengan apik. “Tinggal dipole s sedikit. Rumah-rumah warga dan jembatan dicat warna-warni. Ditambahi pencahaayan indah untuk nuansa malam hari. Tinggal dibumbui konsep yang menarik,” ucapnya.

Ia pun tidak menginginkan agar nama kampung ikut diubah. Mappasikra meminta agar nama “Kampung Nelayan” tetap dipertahankan. “Kalau nama tak usah diubah. Kampung Nelayan atau Permukiman nelayan sangat menarik. Kalau tidak salah, munculnya Talisayan berawal dari nelayan. Itu bisa menjadi penjelasan kepada wisatawan yang berkunjung,” tambahnya.

Ia juga memberikan satu masukan dalam rencana tersebut. Pemerintah setempat maupun pengelola nantinya, juga perlu menyediakan home stay atau penginapan beserta warung kuliner khas Talisayan. Tak dipungkiri, ada saja pengunjung yang ingin menginap dan menjajaki kuliner sembari menikmati panorama maupun berbagai aktivitas nelayan.

“Pasti pengunjung tertarik untuk menginap dan merasakan hidup di tengah-tengah nelayan. Tapi harus disediakan fasilit as pendukung. Jadi, penginapan, kuliner dan oleh-oleh khas Talisayan harus ada,”terangnya.

Pemerintah dan pengola tak usah mengeluarkan biaya ekstra untuk menyediakan fasilitas itu. Cukup dengan memberdayakan atau mengajak kerja sama warga yang bertempat tinggal di permukiman tersebut, menjadi pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Karena, keberhasilan pengelolaan tidak terlepas dari peran masyarakat sebagai ujung tombaknya. “Ada timbal baliknya di sana. Pemerintah dapat pemasukan kampung, warga pun mendapatkan penghasilan tambahan,” pungkasnya. (jun/rio)

BERITA TERKAIT
  • Revalitasi Kawasan Kumuh Jadi Objek Wisata
  • Tingkatkan Fasilitas Objek Wisata
  • Januari, 3.000 Wisatawan China Sasar Maratua
  • Optimistis Pulau Kakaban Juara API 2017
  • Hambatan Utama Tuntas, KEK Maratua Terdepan dari Daerah Lain
  • Wabup: Jangan Buat Kapok Wisatawan
  • Disbudpar Lirik Mangrove Pesisir
  • DPMPTSP Tolak Keluarkan IMB di Pulau Kakaban
  • Wisata Harus Lebih Ditata
  • Bentuk UPTD Kebersihan di Objek Wisata

BACA JUGA

Selasa, 12 Desember 2017 00:16

Sisa 14 Orang, Jumlah Murid SD 008 Kelay Makin Berkurang

KELAY â€" Jumlah murid SD 008 Kelay semakin berkurang, begitu juga dengan jumlah tenaga pendidik… Selasa, 12 Desember 2017 00:16

Cemas Warga Lebih Nekat

BIATAN - Ancaman warga Kampung Biatan Ilir kembali menggelar demonstrasi sekaligus menutup aktivitas… Selasa, 12 Desember 2017 00:13

Penataan Dapil dan Simulasi Perhitungan Kursi Dibahas

TANJUNG REDEB â€" Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau, menggelar rapat guna penataan daerah… Senin, 11 Desember 2017 10:42

Warga Bakal Mengadu ke Bupati

BIATAN â€" Konflik sengketa lahan antara warga Kampung Biatan Ilir dengan perusahaan perkebunan… Senin, 11 Desember 2017 10:41

Penataan Pantai Harus Tersusun

TALISAYAN â€" Camat Talisayan David Pamuji meminta agar bangkai kapal dan pepohonan yang berserakan… Minggu, 10 Desember 2017 12:20

Rehab Posyandu untuk Kenyamanan Warga

TANJUNG REDEB â€" Adanya anggaran yang disediakan Pemkab Berau benar-benar dimanfaatkan dengan baik… Sabtu, 09 Desember 2017 12:41

Perkuat Kompetensi Guru Bahasa Indonesia

TANJUNG REDEB â€" Sebanyak 50 tenaga pendidik tingkat SD dari 13 Kecamatan, berkumpul di Hotel Grand… Sabtu, 09 Desember 2017 12:40

Sulap Lirik Lagu “Akad” Menggunakan Bahasa Barau

Memanfaatkan seni musik untuk memperkenalkan dan melestarikan Bahasa Barau, menjadi jalan yang dirintis… Sabtu, 09 Desember 2017 12:38

Tugas Ferdi Digantikan Sekretaris Kampung

TALISAYAN â€" Ferdi yang ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Redeb, tersangka kasus ijazah… Sabtu, 09 Desember 2017 12:37

Sindikat Bisnis Obat Ilegal Diciduk

TANJUNG REDEB â€" Walau sudah kerap diamankan aparat kepolisian, namun para pebisnis obat ilegal… 70 Persen Pengidap HIV/AIDS Wanita Sindikat Bisnis Obat Ilegal Diciduk Tugas Ferdi Digantikan Sekretaris Kampung Sulap Lirik Lagu “Akad” Menggunakan Bahasa Barau Siap Hibahkan Lahan Pembangunan BT S Kolong Jembatan Jadi Tempat Sampah Rehab Posyandu untuk Kenyamanan Warga 11 Kawasan Blank Spot Dibangun BTS Cemas Warga Lebih Nekat Revalitasi Kawasan Kumuh Jadi Objek Wisata
  • Tambah Kuota Atlet Usia Dini
  • M elayani dengan Sepenuh Hati
  • Sosialisasi Pilgub Kaltim 2018
  • Pengendalian Penduduk Hasilkan Masyarakat Berkualitas
  • Hijaukan Kawasan TPA Bujangga
  • Dekranasda Pekalongan Kunjungi Berau
  • Pengusaha Menolak Kebijakan Pemkab
  • Akui Punya Dampak Positif, Disbudpar Minta Pengembangan Kampung Nelayan Segera Dilaksa nakan
  • Pembersihan 4 IPA Tuntas
  • Menginap di Grand Parama, Berkesempatan Dapat Handphone Android
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Warta 24 Berau

Tidak ada komentar