www.AlvinAdam.com


Warta 24 Kalimantan Timur

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 17.05

Ternyata Karena Hal ini Harga Cabai Murah di Berau

Ternyata Karena Hal ini Harga Cabai Murah di Berau

Harga cabai biasanya sangat tergantung dengan jumlah produksi, serta cuaca yang bisa mengancam gagal panen

Ternyata Karena Hal ini Harga Cabai Murah  di BerauTRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSENHarga cabai yang sebelumnya menembus harga Rp 70 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Tidak hanya cabai, bawang, daging ayam dan sapi juga mengalami penurunan harga.

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDED â€" Selain harga beras yang mengalami kenaikan, komuditas lain, seperti cabai di Kabupaten sempat mengalami kenaikan.

Namun Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Berau, melalui petugas lapangan yang melakukan pengeceka n harga di pasaran mengklaim, harga cabai tetap normal hingga hari Senin (23/1) lalu.

Hal ini disampaikan oleh Muhammad Saleh, Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dispertan Berau. Menurut data, harga cabai rawit merah dan cabai tiung di pasaran, sudah kembali pada kisaran RP 35 ribu hingga RP 40 ribu per kilogram.

Harga ini, menurut Dispertan merupakan harga normal. “Harga segitu di Berau normal kalau lebih dari itu, bisa dibilang harganya tinggi,” ujarnya.

Jika dibandingkan tahun lalu, harga cabai di Kabupaten Berau bisa mencapai Rp 100 ribu per kilogram, masih lebih rendah jika dibanding daerah lain yang harganya bisa mencapai Rp 150 ribu per kilogram.

‘Murahnya’ harga cabai di Berau, menurutnya karena terbantu dengan produksi cabai petani lokal.

Menurutnya, para petani cabai di Kecamatan Talisayan, Gunung Tabur, Batu Putih, Sambaliung dan Segah mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal. Sehingga, meski pasokan cabai dari Pulau Jawa menurun, terbantu oleh produksi petani lokal.

Pihaknya mengaku memberikan perhatian besar terhadap para petani cabai dan bawang, karena kedua komoditas ini turut menyumbang inflasi yang cukup besar. Karena itu, kata Saleh, pertanian cabai dan bawang harus terus dikembangkan. “Karena kalau pasokan kurang, pasti akan sangat berpengaruh terhadap harga,” ujarnya.

Dispertan mengupayakan untuk penambahan pertanian cabai dari berbagai varian seluas 100 hektare. Meski belum bisa memastikan jumlah produksinya saat ini namun menurutnya, hasil produksi petani lokal mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pihaknya juga memberikan bantuan kepada petani untuk mengendalikan hama agar hasil produksinya bisa maksimal.

Harga cabai biasanya sangat tergantung dengan jumlah produksi, serta cuaca yang bisa mengancam gagal panen. Cuaca juga berpengaruh terhadap kelancaran distribusi yang akhirnya juga memicu terjadinya kenaikan harga.

Meski produ ksi petani cabai cukup tinggi, namun masih dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga membuat para pengepul memasok dari Samarinda dan Pulau Jawa.

Kondisi ini menurutnya juga mempengaruhi harga pasar, karena banyaknya risiko yang harus ditanggung, mulai dari biaya transportasi dan risiko cabai busuk selama di perjalanan. (gef)

Penulis: tribunkaltim Editor: Martinus Wikan Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Pasien Cantik Nangis-nangis Diduga Dilecehkan Pegawai RS, "Ngaku Apa yang Kamu Perbuat" Sumber: Google News | Warta 24 Berau

thumbnail

Posted by On 17.05

Berau Tak Hanya Derawan, Ada Teluk Alulu yang Juga Eksotis

SAMARINDA, KOMPAS.com - Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), memiliki banyak tempat wisata yang belum banyak dikunjungi wisatawan. Jika selama ini, wisatawan hanya mengenal Pulau Derawan, maka tidak ada salahnya mencoba melirik ke pulau tetangga yang diberi nama Teluk Alulu.

Masuk dalam gugusan Derawan, Teluk Alulu merupakan pulau kecil yang dihuni 700 jiwa dari 300 kepala keluarga. Pulau ini tidak menawarkan hamparan pasir putih seperti Derawan atau Maratua. Namun, wisatawan bisa melihat-lihat pembangunan perekonomian berbasis masyarakat lokal seperti nelayan dan pabrik minyak kelapa.

Meski menjadi pulau terluar yang berbatasan langsung dengan perairan negara tetangga, tidak menjadikan Teluk Alulu tertinggal secara infrastruktur. Sinyal ponsel dan listrik sudah bisa dinikmati di sana. Bahkan, sejumlah kegiatan proyek fisik untuk pembangunan infrast ruktur jalan juga selalu ada.

Ditambah lagi, saat ini Kampung Teluk Alulu ini sedang dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tujuannya untuk menopang ekonomi masyarakat sekitar yang rata-rata adalah nelayan.

Menurut Yunanto, salah seorang staf Engineer PLTS yang digandeng Javlec Indonesia, pembangunan PLTS tersebut adalah sumber listrik utama yang akan digunakan untuk mengoperasikan pabrik es batu. Jadi selain mendongkrak pariwisata, Teluk Alulu juga tengah membangun perekonomian masyarakat.

“Kampung ini tengah membangun, karena masuk dalam Gugusan Derawan, memang lebih dikenal dari pariwisatanya. Tapi ekonominya juga tidak ketinggalan. Seperti saat ini, PLTS ini kami bangun untuk mengoperasikan pabrik es batu yang dibutuhkan nelayan untuk mengawetkan hasil tangkapan ikan,” katanya.

Diukur dari jarak yang jauh dari Tanjung Redeb yang merupakan pusat kota, Teluk Alulu tetap mendapatkan prioritas pembangunan sama halnya dengan kampung lainnya. Padahal, sebagai pulau terluar, Teluk Alulu cukup sulit dijangkau. Terlebih ketika cuaca buruk, banyak kegiatan yang terhambat lantaran tidak ada pelayaran.

Selain pembangunan pabrik es batu, Telul Alulu juga ditopang oleh produksi minyak kelapa murni dikelola oleh kelompok perempuan setempat. Pengelola pabrik pengolahan minyak kelapa, Iwan Kusmayadi mengatakan usaha minyak kelapa sudah berjalan empat bulan. Namun kekurangannya tempat masih minim dan harus dikembangkan lagi.

“Proses pengolahan 100 buah kelapa menjadi minyak hanya dalam satu hari. Hasil minyak kelapa tersebut dijual ke Kabupaten Berau, dengan harga berkisar Rp 30 ribu per liter. Program ini diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat,” katanya.

Untuk menuju ke tempat ini, wisatawan harus menuju Kabupaten Berau terlebih dahulu. Setelah itu, melanjutkan perjalanan ke Tanjung Batu dan langsung menggunakan speedboat selama 2 jam lamanya. Sekali jalan, penumpang sp eed akan dikenai biaya Rp 200.000 hingga Rp 500.000.

Jika tidak ingin lama, wisatawan bisa berkunjung ke Kecamatan Maratua menggunakan pesawat kecil dari Bandara Kalimarau, Berau, dan melanjutkan perjalanan ke Teluk Alulu menggunakan speedboat dengan waktu 30 menit. Sesampainya di sana, wisatawan langsung bisa melihat-lihat kearifan lokal setempat dengan berkeliling ke rumah tiap warga setempat.

< img src="https://ads8.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=145&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a16518da"/>

Terkini Lainnya

5 Tips Berlibur ke Busan Bersama Keluarga

5 Tips Berlibur ke Busan Bersama Keluarga

Travel Tips 26/01/2018, 07:32 WIB Belanja di Bandara Changi Singapura Bisa Pakai Bahasa Indonesia

Belanja di Bandara Changi Singapura Bisa Pakai Bahasa Indonesia

News 25/01/2018, 17: 51 WIB Rekomendasi Menu Citilink: Ikan Arsik Sibolga

Rekomendasi Menu Citilink: Ikan Arsik Sibolga

News 25/01/2018, 17:15 WIB Menu Baru Citilink, Ayam Tangkap Aceh, Ikan Arsik Medan, hingga Nasi Campur Bali

Menu Baru Citilink, Ayam Tangkap Aceh, Ikan Arsik Medan, hingga Nasi Campur Bali

News 25/01/2018, 17:06 WIB Ini Kata Para Dubes Uni Eropa Usai Keliling Kampung Pelangi Semarang

Ini Kata Para Dubes Uni Eropa Usai Keliling Kampung Pelangi Semarang

News 25/01/2018, 17: 00 WIB 3 Perbedaan Bangunan Kuil di Thailand Utara dan Selatan

3 Perbedaan Bangunan Kuil di Thailand Utara dan Selatan

Travel Story 25/01/2018, 16:00 WIB Jangan Lakukan 6 Hal Ini Saat Berkunjung ke Kuil Thailand

Jangan Lakukan 6 Hal Ini Saat Berkunjung ke Kuil Thailand

Travel Tips 25/01/2018, 15:00 WIB Liburan ke Chiang Mai Thailand, Mampirlah ke Kuil Tua Sejak Tahun 1345

Liburan ke Chiang Mai Thailand, Mampirlah ke Kuil Tua Sejak Tahun 1345

Travel Story 25/01/2018, 14:00 WIB Sekarang Ada Layanan Bahasa Indonesia untuk Turis di Korea Selatan

Sekarang Ada Layanan Bahasa Indonesia untuk Turis di Korea Selatan

News 25/01/2018, 13:00 WIB Tahun 2017, 35 Juta Turis Asing Kunjungi Thailand

Tahun 2017, 35 Juta Turis Asing Kunjungi Thailand

News 25/01/2018, 11:00 WIB Kafe dan Bar Kuriya Otona Kurogi, Nuansa Jepangnya Sangat Terasa

Kafe dan Bar Kuriya Otona Kurogi, Nuansa Jepangnya Sangat Terasa

Jepang Terkini 25/01/2018, 10:12 WIB Lagi Patah Hati? Inilah Alasan Kenapa Kamu Butuh Liburan

Lagi Patah Hati? Inilah Alasan Kenapa Kamu Butuh Liburan

Travel Tips 25/01/2018, 09:20 WIB Asean Tourism Forum 2018 Resmi Dibuka

Asean Tourism Forum 2018 Resmi Dibuka

News 25/01/2018, 09:01 WIB Sebarkan Turis, Thailand Maksimalkan Potensi Wisata Tersembunyi

Sebarkan Turis, Thailand Maksimalkan Potensi Wisata Tersembunyi

News 24/01/2018, 22:00 WIB  Unik, di Yogyakarta Ada Warung Makan untuk Makhluk Halus

Unik, di Yogyakar ta Ada Warung Makan untuk Makhluk Halus

News 24/01/2018, 21:00 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Berau

thumbnail

Posted by On 17.05

Molornya Agenda Kegiatan Menjadi Penyebab Berau Tidak ...

Wisata

Molornya Agenda Kegiatan Menjadi Penyebab Berau Tidak Memiliki Kalender Wisata

mayoritas kendala yang dihadapi untuk mendukung kegiatan kepariwisataan karena tidak konsistennya waktu pelaksanaan.

Molornya Agenda Kegiatan Menjadi Penyebab Berau Tidak Memiliki Kalender WisataTRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSENKepulauan Derawan, termasuk di dalamnya Pulau Maratua masuk dalam kategori lokasi wisata popular versi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2016.

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB â€" Pemkab Berau kembali menggelar rapat lanjutan untuk membahas kalender wisata. Nantinya hasilnya akan menjadi bahan promosi, untuk menarik minat wisatawan dari dalam dan luar negeri.

W akil Bupati Berau, Agus Tantomo saat memimpin rapat mengatakan, belajar dari pengalaman selama ini, kegiatan pariwisata hampir selalu digelar secara mendadak, sehingga tidak ada waktu untuk melakukan promosi.

“Akibatnya, promosinya tidak efektif, karena dilakukan dadakan. Sementara biasanya, wisatawan sebelum pergi liburan selalu membuat perencanaan terlebih dahulu,” ujarnya, Senin (22/1).

Ditambahkannya, penyusunan kalender wisata ini akan membuat semua pihak yang terlibat lebih siap, dan juga akan mendapat jumlah pengunjung yang maksimal.

Hasil akhirnya, diharapkan dapat memberikan dampak yang positif terhadap perekonomian masyarakat Berau.

“Jadi kita tidak bicara pemasukan untuk pemerintah daerah saja, tapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat kita sendiri,” jelasnya.

Ada beberapa pihak yang hadir untuk memberikan masukan dalam penyusunan kalender ini, diantaranya perwakilan manajemen maskapai penerbangan, pengelola resort,Asso ciation of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita), Perhmpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) hingga perusahaan swasta yang selama ini ikut melakukan pengembangan pariwisata.

Dalam pertemuan ini terungkap, mayoritas kendala yang dihadapi untuk mendukung kegiatan kepariwisataan karena tidak konsistennya waktu pelaksanaan.

Seperti yang disampaikan oleh Camat Tanjung Redeb, Yuda Budisantosa, menurutnya, selama ini agenda wisata kerap molor lantaran persoalan pendanaan.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Sudarmin, dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Selama ini, pihaknya berupaya mendukung kegiatan pariwisata.

“Tapi persoalannya adalah masalah waktu pelaksanaan, yang sering berubah-ubah,” ungkapnya.

Sementara maskapai penerbangan perlu kepastian, untuk mempromosikan kegiatan itu dengan harapan tingkat isian penumpang yang banyak.
Demikian pula dengan yang disampaikan oleh Jonie Ranlis, dari Sriwijaya Air. Pihaknya men gklaim, selama ini berupaya membantu promosi wisata melalui majalah masakapai penerbangan.

Namun lagi-lagi, kata Jonie, persoalannya ada pada waktu pelaksanaan.“Karena tidak ada kepastian waktu, jadwal kegiatan masih sering berubah-ubah,” kata Jonie.

Karena itu, para peserta rapat penyusunan kalender wisata ini meminta, agar kalender wisata nantinya bisa benar-benar dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. (gef)

Penulis: tribunkaltim Editor: Martinus Wikan Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Pasien Cantik Nangis-nangis Diduga Dilecehkan Pegawai RS, "Ngaku Apa yang Kamu Perbuat" Sumber: Google News | Warta 24 Berau

thumbnail

Posted by On 17.05

Polisi Berau Bekuk Residivis Spesialis Bongkar Jok Motor

Polisi Berau Bekuk Residivis Spesialis Bongkar Jok Motor - image IMG-20180125-WA0027-640x360 on https://www.cakrawala.co

BERAU CAKRAWALA.CO , â€" A (34) seoran residivis pembongkar jok motor berhasil dibekuk pihak Satreskrim Polres Berau saat melakukan aksinya di Jalan Murjani I, tepatnya didepan Lapangan Sepak Bola Batiwakkal beberapa waktu lalu.
Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono pada Kamis (25/1) menuturkan, bahwa A pada saat itu hendak mengambil barang dari motor Merk Scoopy, namun aksinya dilihat oleh korbannya dan meneriakinya maling, tak ayal teriakan korban mengundang warga dan langsung mengamankan A.

“Dari tangan A didapat sebuah Handphone, dan menurut A ia baru sebelas kali melakukan aksinya tersebut, dengan cara meng angkat jok motor korbannya menggunakan tangan kiri, dan memasukan tangan kanannya,” ujarnya.

Dalam melakukan aksinya A mengaku hanya seorang diri saja, dan tidak memilih korbannya, begitu melihat ada kesempatan ia manfaatkan untuk mengangkat jok korban dan “Menggahi” isi jok korbannya.

“Ia bermain sendiri, dan ia dalam melakukan aksinya tidak memilih korban, namun melihat ada kesempatan, langsung ia manfaatkan, dan A ini baru saja bebas penjara dengan kasus yang sama,” tambah kapolres.

A sendiri diancam dengan pasal 362 tentang pencurian, dan ia melakukan aksinya tersebut dengan tujuan mencari keuntungan dengan cara yang instan. “A ini diancam dengan pasal 362 tentang pencurian dengan kurungan minimal 5 tahun penjara,” pungkasnya. (Dyt/str)

Bagaimana menurut Anda ?

komentar

Baca Juga Membuat Resah Warga Puluhan Preman Palangka Raya Diciduk PolisiSumber: Google News | Warta 24 Berau

thumbnail

Posted by On 17.05

Takut Tertular Difteri, Warga Samarinda Antre Vaksin di Kantor ...

Takut Tertular Difteri, Warga Samarinda Antre Vaksin di Kantor Kelurahan

Bahkan antrean warga mengular mulai dari lobi pendaftaran di bagian depan kantor kelurahan hingga ke jalan raya.

Takut Tertular Difteri, Warga Samarinda Antre Vaksin di Kantor KelurahanTribun Kaltim/Doan PardedeWarga yang didominasi ibu-ibu antre untuk mendapatkan imunisasi di kantor Kelurahan Sidodadi, Jalan DR Sutomo, Samarinda, Selasa (16/1/2018)

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ratusan warga yang didominasi ibu-ibu dan balita memadati Kantor Kelurahan Sidodadi, Jalan DR Sutomo, Kota Samarinda, Selasa (16/1/2018).

Bahkan antre an warga mengular mulai dari lobi pendaftaran di bagian depan kantor kelurahan hingga ke jalan raya.

Baca: Waduh, Pulau di Indonesia Ditawarkan Lewat Situs Online. Segini Harga Jualnya

Kantor kelurahan ini memang menjadi salah satu titik pelaksanaan pemberian vaksin bagi masyarakat, pasca Kota Samarinda menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri, Senin (15/1/2018).

Kota Samarinda menjadi daerah keempat di Provinsi Kaltim setelah Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Barat, yang sudah menetapkan status KLB Difteri di wilayahnya.

Berkaitan dengan KLB, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda akan melakukan Gerakan Imunisasi Cegah Difteri, dengan kriteria : anak umur 2 bulan sampai dengan 7 tahun akan dilakukan imunisasi di Posyandu, dengan membawa kelengkapan seperti kartu KMS atau Buku Kesehatan Ibu dan Anak (buku pink).

Baca: Dolores O’Riordan Meninggal, 7 Fakta Tersembunyi dari Vokalis Cranberries yang ta k Banyak Orang Tahu

Sementara untuk kriteria di umur di atas 7 tahun hingga 19 tahun, akan dilakukan imunisasi di sekolah.

Imunisasi di sekolah ini akan dilakukan secara selektif dan bertahap sesuai hasil PE dari DKK Samarinda. Dan DKK akan memberitahukan jadwal imunisasi di sekolah, 3 hari sebelum pelaksanaan imunisasi di sekolah tersebut.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Doan E Pardede Editor: Januar Alamijaya Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Pasien Cantik Nangis-nangis Diduga Dilecehkan Pegawai RS, "Ngaku Apa yang Kamu Perbuat" Sumber: Google News | Warta 24 Kutai Barat

thumbnail

Posted by On 17.05

Nelayan Berau Tak Gunakan Cantrang

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: JUMAT
26 JANUARI UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 25 Januari 2018 00:35 Nelayan Berau Tak Gunakan Cantrang

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB â€" Diizinkannya penggunaan cantrang oleh Menteri Susi Pudjiastuti selama masa peralihan, pasca demonstrasi besar-besaran di sekitar Istana Negara pada 17 Januari lalu, nyatanya tidak berpengaruh di Berau.

Terbukti, Bos Susi Air yang masih galau itu, hanya mengizinkan penggunaan cantrang kepada nelayan di Indonesia, dipergunakan di Laut Jawa saja. Sementara itu, di daerah perairan lain tidak boleh (lihat grafis bahaya cantrang).

Boleh atau tidaknya penggunaan cantrang, tidak berpengaruh terhadap pendapatan nelayan yang mencari nafkah di perairan Bumi Batiwakkal-sebutan Kabupaten Berau.

Sebab, para nelayan di Berau menurut Kepala Bidang Penangkapan dan Pelayanan Usaha (Kabid P2U), Dinas Perikanan Berau, Ramli, tidak ada satu pun nelayan di Bumi Batiwakkal menggunakan alat tangkap ikan yang dapat merusak ekosistem laut itu.

Penyebabnya, ia mengatakan, karena nelayan di perairan Bumi Batiwakkal menggunakan alat tangkap lainnya.

“Para nelayan kita tidak ada yang menggunakan alat tangkap cantrang. Hanya nelayan-nelayan yang ada di Pulau Jawa saja y ang menggunakan alat tangkap cantrang,” katanya saat diwawancara Berau Post, Rabu (24/1).

Nelayan di Berau menurut Ramli juga bukannya tanpa dosa. Sebab, para nelayan banyak menggunakan pukat harimau atau trawl yang sebenarnya juga dilarang penggunaannya oleh pemerintah.

Pelarangan alat tangkap trawl sendiri diterangkannya sudah lama diatur dibandingkan alat tangkap cantrang yang baru tiga tahun lalu. Bahkan, pelarangan alat tangkap trawl telah diatur dalam Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 39 Tahun 1980 tentang Penghapusan Jaring Trawl atau Pukat Harimau. “Bahkan lebih lama dan tinggi dari pelarangan alat tangkap cantrang. Karena hanya diatur dalam peraturan menteri (Permen),” ujarnya.

Meskipun telah dilarang penggunaannya sejak 1980, namun nelayan di Kabupaten Berau diungkapkan Ramli tetap menggunakan alat tangkap trawl sebagai alat mata pencariannya beberapa tahun lalu. Sebelum, Kementerian Kelautan dan Perik anan (KKP) mengganti alat tersebut dengan alat yang lebih baik bagi ekosistem laut. “Jadi ada 18 alat tangkap pilihan yang diajukan oleh KKP untuk nelayan. Mereka tinggal pilih saja satu,” terangnya. Ia menjelaskan, ada 200 nelayan yang mendapat bantuan alat tangkap ramah lingkungan dari KKP pada 2017 lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Yunda Zuliarsih, mengungkapkan bahwasanya alat tangkap cantrang dan trawl merupakan alat tangkap tidak jauh berbeda bentuknya. Bahkan kedua alat tersebut memiliki kesamaan dalam sistem kerjanya. “Sebenarnya nelayan kita masih ada yang pakai alat tangkap trawl. Tapi cuman sedikit saja,” singkatnya.

Sebelumnya, sejak 17 Januari lalu Menteri Susi Pudjiastuti telah merestui para nelayan di Indonesia untuk kembali menggunakan alat tangkap cantrang terutama yang melaut di Laut Jawa. Setelah alat tangkap tersebut dilarang penggunaannya sejak 8 Januari 2015 lalu melalui Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Tangkap Tak Ramah Lingkungan.

Melalui peraturan yang dibuatnya, ketangguhan koboi laut Susi Pudjiastuti tengah diuji. Ombak kritik dan demonstrasi besar-besaran menerjangnya. Namun, menteri kelautan dan perikanan (KKP) itu tidak goyah. Penghapusan cantrang tetap berjalan meski harus ada kompromi. Kapal asing pencuri ikan di laut Indonesia juga akan terus ditenggelamkannya.

Hal tersebut ditegaskan Susi di kantor KKP, Kamis (18/1) lalu. “Cantrang dikasih kesempatan sampai (periode) pengalihan. Bukan boleh selamanya,” ujarnya. “Selama masa pengalihan, mereka (nelayan cantrang, Red) tetap bisa melaut dengan ketentuan-ketentuan tidak keluar dari Laut Jawa, pantura,” lanjutnya.

Susi memperbolehkan kembali cantrang setelah ada unjuk rasa nelayan di sekitar Istana Negara Rabu lalu (17/1). Cantrang yang dinilai merusak ekosistem laut -karena juga menangkap ikan kecil- diperbolehkan lagi. Namun dengan batasan-batasan yang tegas.

Selain hanya boleh beroperasi di Laut Jawa, jumlah kapal yang menggunakan cantrang tidak boleh bertambah. Kapal-kapal itu harus diukur ulang. Kapal-kapal itu secara bertahap juga harus meninggalkan cantrang.

Saat ini diperkirakan kapal yang menggunakan cantrang mencapai 1.200 unit. Artinya, ketika jumlah kapal cantrang bertam­bah, ada yang melanggar.

“Yang sudah beralih sebulan, ya sudah beralih. Yang belum bisa setengah tahun, ya kita kasih,” ungkapnya.

Untuk memastikan nelayan mematuhi masa peralihan penggunaan cantrang, Susi membentuk satuan tugas (satgas) pengalihan alat tangkap cantrang. Tim itu akan diperkuat pejabat di Ditjen Perikanan Tangkap, Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, serta Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal (illegal fishing) alias Satgas 115. Turut dilibatkan aparat dari TNI-AL, polisi perairan, dan kepala daerah.

“Satgas ini akan diketuai Pak La ksamana Madya (pur) Widodo, atas arahan Pak Presiden menuju pengalihan alat cantrang,” imbuh Susi.

Tim tersebut akan mengoordinasi percepatan pendataan kapal nelayan yang masih menggunakan cantrang. Akan ada pendataan satu per satu berdasar nama dan alamat yang dilakukan KKP. Sekaligus memastikan tidak ada penambahan kapal baru yang menggunakan cantrang. “Yang dulu tidak jalan karena tidak terkonsolidasi. Kalau sekarang sudah begini tidak jalan, ya sudah kelewatan,” katanya dengan nada tinggi.

MINTA NELAYAN BERALIH

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja menambahkan, bantuan untuk nelayan agar meninggalkan cantrang sebenarnya sudah menyentuh 9.021 nelayan. Namun, ada data tambahan, data baru. Nah, satgas tersebut akan memverifikasi ulang data di lapangan.

“Masih adakah sisa-sisa nelayan yang menggunakan alat tangkap cantrang. Tadi estimasi awal masih 1.200. Tapi, kita harus cek by name by address siapa yang masih menggunakan alat tangkap ini dan nanti kita lihat satu per satu persoalannya,” ujar dia.

Sjarief mengungkapkan, kalau alat tangkapnya di bawah 10 gross tonnage (GT), akan disiapkan alat pengganti. Sedangkan kapal dengan berat 10-30 GT atau lebih akan didampingi untuk mendapatkan fasilitas dari perbankan. “Jadi, kalau bisa selesai cepat dia di bawah 10 GT dan dia setuju dengan alat tangkap pengganti ya mungkin dalam minggu depan selesai,” ujar dia.

Sementara itu, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan meminta nelayan tidak mengakali kelonggaran yang diberikan pemerintah dalam penggunaan cantrang. Para nelayan, misalnya, jangan mengakali aturan dengan mengelabui ukuran berat kapalnya.

Untuk setiap pelanggaran aturan, kelak yang dirugikan adalah masyarakat. “Yang susah jika kita tidak menjaga laut adalah yang akan datang, ketika ikan habis bagaimana,” kata Luhut.

Lantas, bagaimana dengan penenggelaman kapal? Du a atasan Susi, Menko Maritim Luhut Pandjaitan dan Wapres Jusuf Kalla, sempat meminta agar kebijakan penenggelaman itu dihentikan. Dalih mereka, daripada ditenggelamkan, kapal bisa dimanfaatkan.

Terkait hal tersebut, Susi tetap teguh dengan pendiriannya. Menurut dia, penenggelaman kapal itu ditujukan sebagai sanksi. Dia meminta kebijakan yang diambil tersebut tidak dipertentangkan dengan pihak-pihak lain. “Jangan adu domba menteri, dan jelas presiden, kapal asing tidak boleh beroperasi di Indonesia. Itu sudah jelas. Itu sudah jangan digadang-gadang lagi,” tegasnya.

Susi pun memastikan kapal-kapal yang telah kena kasus pencurian itu tetap tidak boleh melaut di perairan Indonesia. “Yang tidak terkena pidana silakan diregistrasi dan pulang ke negaranya. Itu adalah kebijakan Pak Jokowi juga,” katanya. (arp/jpg/rio)

loading...
BERITA TERKAIT
  • Baru 64 Kantongi SKT
  • Rutin Bersihkan Drainase dan Jalan
  • Wujudkan 30 Persen Kawasan Hijau
  • Anggota dan Pengurus PWI Diminta Independen
  • Trotoar Mangga I Berlubang
  • Penyaluran Buku Bertahap
  • Kupon Mulai Dijual, Gowes dan Jalan Santai HUT Ke-6 Berau Post
  • Tetapkan Harga Minimum Ibadah Umrah
  • Lancarkan Jalannya Air, DLHK Bersihkan Drainase di Jalan Pulau Sambit
  • Dermaga Sambaliung Nyaris Tenggelam

BACA JUGA

Kamis, 25 Januari 2018 00:37

ULP Dikejar Tenggat, Paket Kegiatan Tahun Lalu Jadi Prioritas

TANJUNG REDEB â€" Pada 2018 ini, Unit Lelang Pengadaan (ULP) Berau melelang 184 paket kegiatan.… Kamis, 25 Januari 2018 00:36

Berhadapan dengan Angka dan Data, Jadi Penentu Kebijakan

Barangkali banyak yang asing jika mendengar isti lah statistisi di dunia pekerjaan. Padahal profesi yang… Kamis, 25 Januari 2018 00:35

Muatan Overload, Didenda Rp 2 Juta

TANJUNG REDEB â€" Para pengemudi dan pemilik usaha angkutan harus bersiap-siap mematuhi aturan… Rabu, 24 Januari 2018 11:10

Diagnosa Difteri Dilakukan di Jakarta, Masyarakat Diminta Jangan Panik

TANJUNG REDEB â€" Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dengan… Rabu, 24 Januari 2018 11:07

Golkar Minta Perubahan Dapil, KPU: Usulannya Akan Kami Tampung

TANJUNG REDEB â€" Pemilihan Umum (Pemilu) baru akan dilaksanakan 2019. Namun, untuk menyukseskannya,… Rabu, 24 Januari 2018 11:05 < h4> Kendaraan Bertambah 8.000 Unit TANJUNG REDEB â€" Di balik memulihnya kembali perekonomian di Kabupaten Berau setelah harga batu… Rabu, 24 Januari 2018 11:02

Masih Belum Ada, Banyak yang Salah Mengartikan

Hingga kini, belum ada seseorang yang dinyatakan secara akademis sebagai pustakawan bekerja bekerja… Rabu, 24 Januari 2018 11:00

Perbaikan Sementara Dilakukan Keroyokan

KONDISI Jalan HARM Ayoeb yang berlubang bahkan sudah seperti “kolam” air, langsung diperbaiki… Rabu, 24 Januari 2018 10:56

Warga Diminta Hibahkan Lahan Untuk Pembangunan Drainase dan Pelebaran Jalan HARM Ayoeb

TANJUNG REDEB â€" NasibJalan HARM Ayoeb sebentar lagi akan berubah. Jalan nasional yang selama ini… Selasa, 23 Januari 2018 00:07

Suspect Difteri, Warga Bidukbiduk Diisolasi

TANJUNG DEDEB â€" Seorang warga asal Kecamatan Bidukbiduk, harus menjalani perawatan di ruang isolasi… Suspect Difteri, Warga Bidukbiduk Diisolasi Dokter di Pulau Derawan Kos ong, Akibat Kontrak Tahunan Waspada Angin Kencang dan Hujan Lebat DPUPR Minta Masyarakat Bersabar Kepala dan Aparatur Kampung Dilarang Gabung Partai Satu Parpol Penuhi Syarat, Lainnya Proses Perbaikan Cuaca Ekstrem, BPBD Siaga Bencana 600 Jiwa Terancam Terisolasi Kendaraan Bertambah 8.000 Unit Longsor di Rua s Teluk Bayur-Labanan
  • Beri Promo hingga Diskon 80 Persen
  • Pemain Terseleksi Sendiri
  • Rutin Kejuaraan, Repot Bawa Alat
  • Maksimalkan Potensi Lokal di Kampung
  • Lestarikan Budaya Kampung Sei Bebanir Bangun
  • Ajak Seluruh Pihak Ikut Perangi Ilegal Fishing
  • BNI Serahkan Program CSR ke Forum TJSL
  • Minim Rambu di Perairan Talisayan
  • DPUPR Usulkan Penambahan Kapasitas IPA
  • Tiga Kali Perundingan Tanpa Hasil
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Warta 24 Berau

thumbnail

Posted by On 17.04

Dukung Pelaksanaan Porprov 2018, 50 Perusahaan Tambang ...

Dukung Pelaksanaan Porprov 2018, 50 Perusahaan Tambang Teken MoU

Satu per satu perusahaan yang ikut menjadi peserta mining club dan perwakilan pengurus cabor diminta maju untuk menandatangani MoU.

Dukung Pelaksanaan Porprov 2018, 50 Perusahaan Tambang Teken MoUTRIBUN KALTIM / MARGARET SARITAPenandanganan Mou dalam rangka kerja sama antara Pemkab Kutim, perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kutim dan perwakilan pengurus cabor di Kutim.

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA â€" Mining Club gelaran Pemkab Kutai Timur yang dibuka Bupati Ismunandar di ruang Meranti, Kamis (25/1/2018), menghasilkan keputusan kerja sama antara pe rusahaan pertambangan, Pemkab Kutim, dan seluruh cabang olahraga di Kutai Timur, peserta Pekan Olahraga Provinsi Kaltim 2018 yang digelar pada akhir November hingga Desember mendatang.

Sekitar 50 perusahaan tambang batubara yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kutai Timur, baik yang sudah eksploitasi maupun masih eksplorasi, tak terkecuali perusahaan semen yang akan masuk ke Kutim diundang dalam kegiatan tersebut.

Mereka sepakat untuk menjadi “bapak angkat” bagi kemajuan cabang olahraga yang ada di Kutim.

Baca juga:

Seru, Tour de Indonesia 2018 Resmi Dimulai

Statistik Tunjukkan Performa Kian Kendor, Sudah Saatnya Real Madrid Jual Karim Benzema?

Akankah Perawat National Hospital Surabaya yang Lecehkan Pasien Wanita Jadi Tersangka?

PT Kaltim Prima Coal (KPC) misalnya, tak hanya menjadi bapak angkat satu cabor saja, melainkan ada lebih da ri tiga cabang olahraga. Di antaranya menembak dan hockey.

PT Dharma Henwa yang beroperasi di Kecamatan Bengalon, didapuk menjadi bapak angkat untuk cabor paralayang.

Halaman selanjutnya 123
Penulis: Margaret Sarita Editor: Kholish Chered Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Pasien Cantik Nangis-nangis Diduga Dilecehkan Pegawai RS, "Ngaku Apa yang Kamu Perbuat" Sumber: Google News | Warta 24 Kutai Timur